SURYA Kampus
Guru Besar ITS Manfaatkan Limbah Aluminium Menjadi Sumber Energi Hidrogen
Inovasi tersebut menawarkan solusi ganda, yakni mengurangi limbah sekaligus menyediakan energi berkelanjutan.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Guru Besar ITS Prof. Doty Dewi Risanti mengembangkan inovasi pengolahan limbah aluminium menjadi gas hidrogen.
- Penelitian ini menggunakan pendekatan fisika-metalurgi untuk menghasilkan sumber energi listrik yang ramah lingkungan.
- Inovasi ini menerapkan konsep ekonomi sirkular guna meningkatkan nilai tambah limbah logam industri.
- Proyek ini melibatkan kolaborasi internasional dengan University of Exeter serta berbagai mitra industri dan akademisi.
SURYA.co.id, SURABAYA – Di tengah meningkatnya kebutuhan energi bersih dan tantangan pengelolaan limbah industri, Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Jawa Timur, Prof Dr-Ing Doty Dewi Risanti ST MT, menghadirkan terobosan yang mengubah cara pandang terhadap limbah aluminium.
Dalam orasi ilmiah pengukuhannya sebagai Guru Besar ke-237 ITS, Prof Doty memperkenalkan hasil penelitiannya yang memanfaatkan limbah aluminium untuk menghasilkan gas hidrogen sebagai sumber listrik ramah lingkungan.
Inovasi tersebut menawarkan solusi ganda, yakni mengurangi limbah sekaligus menyediakan energi berkelanjutan.
Dampak Ekologis
Menurut dosen Departemen Teknik Fisika ITS ini, penggunaan sumber energi konvensional selama ini tidak hanya bergantung pada eksploitasi sumber daya alam, tetapi juga menimbulkan dampak ekologis yang besar.
Sementara itu, proses daur ulang logam yang dilakukan saat ini belum sepenuhnya optimal karena sering kali menurunkan kualitas material.
“Banyak material yang sebenarnya masih memiliki nilai tinggi, tetapi tidak dimanfaatkan secara maksimal dalam proses daur ulang konvensional,” ujarnya kepada SURYA.co.id, Selasa (16/6/2026).
Baca juga: ITS Surabaya Gelar Forum COMSATS 2026, Fokus AI dan Mobil Listrik
Berangkat dari persoalan tersebut, tim peneliti mengembangkan pendekatan fisika-metalurgi untuk mengolah limbah aluminium menjadi hidrogen.
Gas hidrogen yang dihasilkan kemudian dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik yang lebih bersih dan efisien.
Aluminium dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari ketersediaannya yang melimpah, kemampuan didaur ulang secara berulang, hingga kerapatan energi yang tinggi.
Melalui pendekatan ekonomi sirkular, material yang sebelumnya dianggap limbah dapat kembali memiliki nilai guna yang lebih besar.
Proses Penelitian
Dalam penelitiannya, Lulusan doktor RWTH Aachen University, Jerman, ini memanfaatkan reaksi antara aluminium dan air untuk menghasilkan hidrogen.
Namun proses tersebut tidak sederhana karena aluminium memiliki lapisan oksida alami yang berfungsi melindungi permukaannya sehingga menghambat pelepasan energi.
"Berbagai metode sebelumnya telah digunakan untuk mengatasi hambatan tersebut, mulai dari penggunaan katalis, perlakuan mekanis, hingga modifikasi kimiawi. Namun, metode yang ada dinilai belum mampu menghasilkan efisiensi produksi hidrogen secara optimal dan stabil,"ungkapnya.
Karena itu, tim peneliti ITS mengembangkan rekayasa proses yang mencakup pemodelan termodinamika, modifikasi permukaan aluminium, serta pengendalian reaksi secara lebih terukur.
| Mahasiswa Universitas Ciputra Gelar Pameran Sinestesia: Visualisasikan Emosi Gen Z |
|
|---|
| Ubaya Gelar UnnoFest Vol. 8, Dorong Kewirausahaan Mahasiswa di Surabaya |
|
|---|
| MM Universitas Ciputra Surabaya Terapkan Experiential Learning untuk Cetak Lulusan Berdaya Saing |
|
|---|
| 260 Mahasiswa Terbaik Bersaing di Final ONMIPA-PT 2026 Unair Surabaya |
|
|---|
| IIK Bhakta Kediri, Institut Kesehatan dengan Program Studi Terbanyak di Indonesia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/terobosan-yang-mengubah-cara-pandang-terhadap-limbah-aluminium.jpg)