Stefani Gabriela, Content Creator Surabaya yang Putus Rantai Trauma Keluarga Lewat Buku Perdana
Debut Stefani Gabriela sebagai penulis mengangkat tema yang selama ini jarang dibicarakan secara terbuka di ruang publik.
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Stefani Gabriela meluncurkan buku perdana berjudul Setelah Aku Cut Off Warisan Trauma Keluarga
- Buku ini membahas perjalanan menyembuhkan luka batin dan memutus siklus trauma antargenerasi
- Penulis menekankan pentingnya kesehatan mental, journaling, dan keberanian menghadapi masa lalu
- Acara peluncuran buku diisi dengan kegiatan refleksi diri melalui komunitas Teman Curhat
SURYA.co.id, SURABAYA - Seorang content creator & family storyteller asal Surabaya Stefani Gabriela meluncurkan buku perdananya berjudul “Setelah Aku Cut Off Warisan Trauma Keluarga”.
Ditulis dari pengalaman hidup yang nyata, debut Stefani Gabriela sebagai penulis mengangkat tema yang selama ini jarang dibicarakan secara terbuka di ruang publik.
Yakni warisan trauma keluarga yang diwariskan secara tidak sadar dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Buku ini membahas perjalanan Stefani Gabriela dalam memahami luka batin (inner child), mengenali pola emosional yang diwarisi (emotional wounds), berdamai dengan masa lalu, serta proses menjadi “rantai terakhir” yang secara sadar memilih untuk menghentikan siklus tersebut.
Baca juga: Rasaya, Sistem Deteksi Dini Kesehatan Mental Siswa Ciptaan Mahasiswi Fakultas Teknik Ubaya
“Buku ini bukan tentang membenci keluarga atau memutus hubungan. Buku ini tentang keberanian untuk melihat ke dalam diri sendiri, mengenali luka yang ada, dan memilih untuk tidak meneruskan rasa sakit itu kepada generasi berikutnya terutama kepada anak-anak kita,” ungkap Stefani Gabriela saat peluncuran buku, Sabtu (13/6/2026).
Tema yang Ditulis
Dalam buku berhalaman 188 ini, ia mengangkat tema trauma keluarga, inner child, proses healing, overthinking, berdamai dengan masa lalu, dan upaya memutus pola yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Pendekatan Stefani Gabriela yang raw, relatable, dan jujur menjadikan buku ini berbeda dari literatur self-help pada umumnya.
Ia tidak menawarkan solusi instan, melainkan menemani pembaca dalam proses yang sesungguhnya.
"Misi hidupku sederhana: creating the family I wish I had. Dan aku percaya siapapun bisa menjadi generasi pertama yang memilih itu,” ujar Stefani Gabriela.
Kesehatan Mental
Influencer Surabaya itu juga menyoroti tentang meningkatnya kesadaran masyarakat Indonesia, khususnya generasi milenial dan Gen Z, terhadap kesehatan mental dan pola parenting yang lebih sadar.
“Semakin saya sadari kita tidak ada kata finish, kita berproses dan perjalanan setiap orang unik. Kalau dr buku ini, saya berdamai dengan masalah keluarga dan tidak perlu terburu-buru karena untuk trauma tidak ada deadline kapan berdamai. Tergantung kesiapan, duduk bersama trauma, mengelola perasaan dan berdamai,” terangnya.
Sebagai seorang content creator dan family storyteller yang setiap hari aktif di dunia digital, ia menyadari karya ini sebagai bagian dari perjalanan dan proses.
Selama sekitar tiga bulan, ia menuntaskan karya pertamanya.
“Awalnya insecure, merasa kok tulisannya jelek, tapi saya sampingkan itu. Di sini saya ingin sharing dan bisa menjadi berkat untuk banyak orang, memberi dampak bagi orang lain. Akhirnya saya nulis saja dulu, saya berkarya dulu, berproses dan buat karya dulu sembari memperbaiki,” ungkapnya.
Teman Curhat
| Bacaan Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun: Teks Arab, Latin, serta Keutamaannya |
|
|---|
| BPOM dan Ubaya Perkuat Hilirisasi Riset: Jawa Timur Butuh Fasilitas Uji Klinis Obat |
|
|---|
| Ternyata Aset Buronan Kakap Eddy Tansil yang Dipulihkan Negara Tak Cuma Rp 51,68 M, Ada Rp 30 M Lagi |
|
|---|
| SMK Assa'adah Bungah Tekuk SMAN 1 Balongpanggang 3-0 di TPAAF 2026 |
|
|---|
| Gali Freitas Terancam Tak Masuk Rencana Tavares, 6 Klub Liga Indonesia Siap Tampung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/refleksi-bersama-peserta-di-Kkado-Chicken-Surabaya-Sabtu-1362026.jpg)