Siswa SD Muhammadiyah 7 Surabaya Tanam Mangrove di Ekowisata Wonorejo
Puncak kegiatan ditandai dengan penanaman sekitar 50 bibit mangrove di kawasan pesisir Wonorejo.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 140 siswa SD Muhammadiyah 7 Surabaya mengikuti Leadership Innovative Camp di Ekowisata Mangrove Wonorejo
- Kegiatan bertujuan membentuk karakter kepemimpinan dan kemandirian siswa melalui pembelajaran di alam terbuka
- Para siswa melakukan aksi nyata penanaman 50 bibit mangrove untuk mencegah abrasi dan banjir rob di pesisir Surabaya
- Program ini mencakup penjelajahan materi Al Islam, Hizbul Wathan, hingga teknik pionering dan kerja sama tim
SURYA.co.id, SURABAYA – Sebanyak 140 siswa SD Muhammadiyah 7 Surabaya (SDM 7) mengikuti kegiatan Leadership Innovative Camp (LIC) di kawasan Ekowisata Mangrove Wonorejo, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan ini dirancang untuk membentuk karakter kepemimpinan, kemandirian, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui aksi penanaman mangrove di wilayah pesisir Surabaya.
Pembelajaran di Alam Terbuka
Kepala SD Muhammadiyah 7 Surabaya, Achmad Zainuri Arif mengungkapkan kegiatan ini mengusung konsep pembelajaran di alam terbuka, para siswa tidak hanya mengikuti berbagai permainan dan tantangan kepemimpinan.
Namun, juga diajak memahami pentingnya menjaga ekosistem pesisir yang saat ini menghadapi berbagai ancaman lingkungan seperti abrasi, banjir rob, pencemaran, hingga dampak perubahan iklim.
Baca juga: Kodim 0812 Lamongan Gerakkan Penanaman 1000 Mangrove di Pantai Pengkolan Paciran
"Hari ini kami melaksanakan kegiatan Leadership Innovative Camp Sekolah Inovatif SDM 7 Surabaya dalam rangka menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kemandirian, dan kepedulian anak-anak terhadap lingkungan," ujarnya.
Peran Strategis Wilayah Pesisir Surabaya
Menurutnya, pemilihan kawasan mangrove Wonorejo sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan.
Wilayah pesisir Surabaya dinilai memiliki peran strategis sekaligus menghadapi risiko lingkungan yang cukup besar sehingga perlu mendapat perhatian bersama.
"Kami memilih menanam mangrove karena pesisir Surabaya merupakan daerah yang berisiko terkena erosi, dampak perubahan iklim, dan berbagai ancaman lingkungan lainnya. Karena itu kami mengajak anak-anak untuk terlibat langsung menjaga lingkungan melalui penanaman mangrove agar kawasan pesisir terlindungi dari ancaman erosi maupun banjir rob," katanya.
Penjelajahan Siswa
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mengikuti penjelajahan yang dibagi menjadi lima pos.
Setiap pos memberikan pengalaman belajar yang berbeda, mulai dari Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), ke-Hizbul Wathan-an, pionering tandu dan simpul, sandi, hingga yel-yel kelompok.
"Melalui aktivitas tersebut, siswa dilatih untuk bekerja sama, berkomunikasi, memecahkan masalah, dan memimpin kelompok dalam berbagai situasi,"lanjutnya.
Setelah menyelesaikan penjelajahan, kegiatan dilanjutkan dengan game building yang dirancang untuk memperkuat kemampuan kepemimpinan dan kerja tim.
Penanaman 50 Bibit Mangrove
Puncak kegiatan ditandai dengan penanaman sekitar 50 bibit mangrove di kawasan pesisir Wonorejo.
Penanaman dilakukan secara bergantian oleh para siswa yang dibagi ke dalam beberapa kelompok.
| Ketua Komisi VI DPR RI Tinjau PG Ngadirejo, Harapan Baru Swasembada Gula Kian Menguat |
|
|---|
| Sosok Boyamin Saiman yang Serahkan Data Dugaan Pejabat Eselon II Punya Ratusan SPPG ke Kejagung |
|
|---|
| Alasan Pukat UGM Minta MBG Dihentikan Dulu, di Jatim Puluhan SPPG Sudah Berhenti Beroperasi |
|
|---|
| 8 Tahun Main Bareng Persebaya Surabaya, Kiper Andhika Ramadhani Pamit |
|
|---|
| Sosok Relawan Prabowo yang Tuding Sony Sonjaya Playing Victim Usai Bongkar 26 Tokoh Minta Jatah SPPG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/melalui-aksi-penanaman-mangrove-di-wilayah-pesisir-Surabaya.jpg)