Selasa, 9 Juni 2026

Update Harga Minyak Goreng di Surabaya dan Upaya Stabilitas

Pemkot Surabaya pastikan stok minyak goreng aman meski harga melonjak. Simak upaya pemerintah daerah menstabilkan harga di pasar tradisional.

Tayang:
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
istimewa
ANTRE MINYAK GORENG - pembeli minyak goreng di Surabaya, Jawa Timur, saat mengantre di lapak pedagang, Senin (8/6/2026). Harga minyak goreng di Surabaya mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Pemkot Surabaya bersama Perum Bulog dan instansi terkait memastikan pasokan stok minyak goreng aman di pasar tradisional di Kota Pahlawan. 
Ringkasan Berita:
  • Harga minyak goreng di sejumlah pasar tradisional Surabaya mengalami kenaikan, dengan rata-rata minyak curah mencapai Rp21.286 per kilogram.
  • Pemkot Surabaya bersama Bulog memastikan pasokan tetap aman dan akan melakukan intervensi melalui operasi pasar serta pasar murah secara berkala.
  • Pelaksana Harian Sekda Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, mengimbau masyarakat untuk tidak terpaku pada satu merek tertentu karena ketersediaan Minyakita yang menipis.

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya di Jawa Timur (Jatim) bersama Perum Bulog di memastikan ketersediaan stok minyak goreng tetap aman di pasar tradisional, meskipun terjadi lonjakan harga dalam beberapa hari terakhir.

Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga melalui koordinasi intensif dengan distributor.

Rincian Harga Minyak Goreng di Surabaya

Berdasarkan pemantauan di sejumlah pasar tradisional, harga minyak goreng bervariasi tergantung lokasi. Rinciannya sebagai berikut:

  • Minyak goreng curah, harga rata-rata mencapai Rp21.286 per kilogram (kg).
  • MinyaKita, rata-rata harga di pasaran tercatat berada di kisaran Rp18.900 per liter.

Beberapa pasar yang menjadi pantauan di antaranya adalah Pasar Tambahrejo, Pucang Anom, Wonokromo, Genteng Baru, Kembang, Pabean dan Balongsari.

Perbedaan harga yang cukup signifikan antar pasar dipengaruhi oleh kelancaran distribusi.

Kendala Distribusi dan Upaya Pemerintah

Sutini, seorang pedagang di Pasar Tambahrejo, mengungkapkan bahwa kenaikan harga disebabkan oleh pasokan yang tidak lancar.

"Barangnya kadang sulit masuk. Kalau stok datangnya telat, kami terpaksa jual dengan harga yang menyesuaikan," ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menegaskan bahwa pemerintah terus memantau situasi di lapangan.

Ia memastikan koordinasi dengan distributor terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan bahan pokok, termasuk beras dan gula.

"Stok minyak goreng masih aman. Kemarin sudah disidak oleh Bapanas dan Kanwil Bulog. Untuk menjaga kestabilan harga, kami adakan operasi pasar dan pasar murah secara berkala," ujar Syamsul di Surabaya, Senin (8/6/2026).

Imbauan Pemerintah kepada Masyarakat

Syamsul mengakui, bahwa stok MinyaKita saat ini memang lebih terbatas, dibandingkan merek lainnya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak panik, dan tidak terpaku pada satu merek tertentu agar stabilitas permintaan tetap terjaga.

Selain minyak goreng, pemerintah juga memantau pergerakan harga komoditas lain seperti beras dan cabai yang turut mengalami fluktuasi.

Pemkot Surabaya berkomitmen melakukan intervensi pasar jika ditemukan lonjakan harga yang tidak wajar demi menjaga daya beli masyarakat.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved