Rabu, 10 Juni 2026

Pemkab Sidoarjo Kembangkan Ekowisata Curah Asmoro Berbasis Pelestarian Lingkungan

pesisir Curah Asmoro di Desa Tambak Cemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, mulai diproyeksikan sebagai salah satu destinasi

Tayang:
Penulis: M Taufik | Editor: Adrianus Adhi
Surya.co.id/M Taufik
POTENSI - Foto Udara Kawasan pesisir Curah Asmoro di Desa Tambak Cemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Kawasan pesisir timur yang sedang dikaji untuk dijadikan tempat wisata baru di Sidoarjo. 
Ringkasan Berita:
  • Pemkab Sidoarjo memproyeksikan kawasan pesisir Curah Asmoro sebagai destinasi ekowisata unggulan
  • Pengembangan wisata berbasis pelestarian lingkungan dengan julukan Amazon-nya Sidoarjo
  • Disporapar Sidoarjo menyusun kajian komprehensif untuk memastikan keberlanjutan ekosistem pesisir
  • Pemerintah desa dan warga menyambut baik rencana pengembangan untuk meningkatkan ekonomi lokal

SURYA.co.id, Sidoarjo - Kawasan pesisir Curah Asmoro di Desa Tambak Cemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, mulai diproyeksikan sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan. 

Pemkab Sidoarjo kini tengah menyusun kajian komprehensif agar pengembangan kawasan ekowisata tersebut tetap berbasis pada pelestarian lingkungan hidup.

Kawasan yang kerap dijuluki sebagai "Amazon-nya Sidoarjo" ini menawarkan panorama hutan bakau (mangrove) yang masih asri.

Selain menyusuri sungai ekotis, daya tarik utama destinasi ini adalah fenomena kemunculan ubur-ubur laut jinak saat air pasang, serta habitat alami monyet ekor panjang dan burung bangau putih.

Baca juga: Berawal dari Kamar Santri, UMKM Keyfara Sprei asal Sidoarjo Ini Jangkau Berbagai Kota

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo Yudhi Irianto menjelaskan, pengembangan wisata pesisir timur tidak boleh sekadar mengejar angka kunjungan wisatawan. Aspek keberlanjutan ekosistem harus menjadi prioritas utama.

"Tahun ini kami mulai menyusun kajian penguatan pariwisata di kawasan pesisir timur Sidoarjo bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Harapannya, intervensi ini tidak merusak lingkungan, tetapi justru memberi dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir," ujar Yudhi, Minggu (7/6/2026).

Dia menambahkan, pengembangan Curah Asmoro memerlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari infrastruktur aksesibilitas hingga pemberdayaan komunitas lokal. Tanpa sinergi tersebut, potensi wisata yang sensitif terhadap perubahan alam ini tidak akan maksimal.

Wisata Desa

Terpisah, Kepala Desa Tambak Cemandi Khoirudin menyambut baik langkah taktis dari pemerintah kabupaten. Menurut dia, perhatian dari pemda menjadi angin segar bagi warga desa yang selama ini mengelola kawasan tersebut secara swadaya sebagai destinasi alternatif.

"Dukungan regulasi dan kajian dari Disporapar sangat kami butuhkan. Kami berharap potensi lokal Tambak Cemandi ini bisa naik kelas dan dikenal lebih luas, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi warga sebagai pemandu atau penyedia jasa perahu," kata Khoirudin.

Untuk mencapai lokasi, wisatawan biasanya menyewa perahu nelayan setempat untuk menyusuri aliran sungai yang membelah rimbunnya hutan bakau. Karakteristik vegetasi yang rapat di kanan-kiri sungai inilah yang membuat kawasan ini menyerupai jalur sungai pedalaman.

Jadikan SURYA.co.id preferensi beritamu dengan mengklik tautan ini

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved