Rabu, 10 Juni 2026

Sosok ASN Wanita Surabaya yang Tewas Usai Dijambret di Jalan Kusuma Bangsa, Tulang Punggung Keluarga

Widya Riskyanti, ASN Surabaya dan tulang punggung keluarga, meninggal usai koma empat hari setelah menjadi korban penjambretan.

Tayang:
kolase SURYA.co.id
MENINGGAL - Staf Kantor Pertanahan Kota Surabaya II, Widya Riskyanti (28), meninggal dunia di RSUD dr Soetomo Surabaya pada Jumat (5/6/2026) sore. Widya meninggal dunia setelah koma selama empat hari akibat terjatuh dari sepeda motor setelah dijambret di Jalan Kusuma Bangsa. 

Ringkasan Berita:
  • Widya Riskyanti (28), ASN Kantor Pertanahan Kota Surabaya II, meninggal pada Jumat (5/6/2026).
  • Korban mengalami cedera kepala setelah terjatuh saat tasnya dijambret di Jalan Kusuma Bangsa, Surabaya.
  • Widya dikenal sebagai tulang punggung keluarga yang membiayai ibu dan dua adiknya.
  • Polisi masih menyelidiki kasus tersebut dan memburu pelaku penjambretan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

 

SURYA.co.id, SURABAYA – Duka mendalam menyelimuti keluarga Widya Riskyanti (28), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Pertanahan Kota Surabaya II yang meninggal dunia setelah menjadi korban penjambretan di Kota Surabaya.

Widya mengembuskan napas terakhir di RSUD dr Soetomo Surabaya pada Jumat (5/6/2026) pukul 15.49 WIB setelah menjalani perawatan intensif selama empat hari.

Sebelumnya, ia mengalami cedera kepala serius akibat terjatuh dari sepeda motor saat tas miliknya dirampas pelaku penjambretan di Jalan Kusuma Bangsa, Kecamatan Genteng, Surabaya.

Peristiwa yang terjadi pada Selasa (2/6/2026) sore itu tidak hanya meninggalkan luka akibat tindak kriminal, tetapi juga menyisakan kehilangan besar bagi keluarga.

Di rumahnya di Rusunawa Indrapura, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya, Widya dikenal sebagai sosok pekerja keras yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga.

Kepergian perempuan muda tersebut membuat keluarga kehilangan figur yang selama ini menggantikan peran sang ayah yang telah meninggal dunia setahun lalu.

Selain bekerja sebagai ASN, Widya juga membantu memenuhi kebutuhan ibunya dan membiayai pendidikan kedua adiknya.

Kasus yang menimpa Widya kini masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian.

Gantikan Peran Ayah dalam Keluarga

DIDUGA KORBAN KEJAHATAN - Petugas BPBD dan Tim Medis Pemerintah Kota Surabaya memberikan penanganan medis terhadap Korban W di Jalan Kusuma Bangsa, atau tepat belakang gedung Mal Grand City, pada Selasa (2/6/2026) sore. Korban diduga menjadi sasaran penjambretan yang dilakukan bandit bermotor.
DIDUGA KORBAN KEJAHATAN - Petugas BPBD dan Tim Medis Pemerintah Kota Surabaya memberikan penanganan medis terhadap Korban W di Jalan Kusuma Bangsa, atau tepat belakang gedung Mal Grand City, pada Selasa (2/6/2026) sore. Korban diduga menjadi sasaran penjambretan yang dilakukan bandit bermotor. (istimewa)

Bagi keluarga, Widya bukan sekadar anak kedua dari empat bersaudara. Ia merupakan sosok yang mengambil tanggung jawab besar setelah ayahnya meninggal dunia.

Sejak saat itu, Widya menjadi tulang punggung keluarga dengan membantu memenuhi kebutuhan ibunya, Isnaini Budiarti (53), sekaligus membiayai sekolah kedua adiknya.

Kehilangan tersebut menjadi pukulan berat bagi keluarga yang selama ini bergantung pada penghasilan dan perhatian Widya.

Isnaini mengaku sempat merasa cemas ketika putrinya tak kunjung pulang ke rumah pada Selasa malam.

Kekhawatiran itu kemudian berubah menjadi kenyataan pahit setelah mendapat kabar mengenai kecelakaan yang dialami Widya.

"Ya Allah, Widya tulang punggung kami. Widya masih membiayai adik-adiknya. Kok tega pelakunya Ya Allah," tutur Isnaini saat ditemui di Rusunawa Indrapura, Sabtu (6/6/2026).

Baca juga: Kronologi ASN Wanita Surabaya Tergeletak di Jalan Kusuma Bangsa, Diduga Korban Jambret

Kronologi Penjambretan yang Berujung Maut

Sumber: Surya
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved