Senin, 8 Juni 2026

Update Kasus Remaja Surabaya Tewas Dikeroyok Teman, Keluarga Minta Diusut Tuntas

Remaja korban pengeroyokan di Surabaya tewas setelah koma lima hari. Keluarga minta kasus diusut tuntas oleh polisi. Target Kata Kunci:

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Luhur Pambudi
KORBAN PENGEROYOKAN - Remaja berinisial TJK (19) saat dirawat di RSUD dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur. Korban meninggal dunia setelah 5 hari koma akibat dikeroyok teman-temannya di kawasan Jalan Manukan Mukti, Surabaya pada Minggu (31/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Remaja berinisial TJK (19) meninggal dunia setelah sempat koma selama lima hari di RSUD dr Soetomo Surabaya akibat dikeroyok teman-temannya.
  • Almarhum dikenal sebagai pribadi yang sopan, pendiam dan tengah mempersiapkan pendaftaran beasiswa kuliah sebelum peristiwa tragis terjadi.
  • Satreskrim Polrestabes Surabaya telah mengamankan beberapa terduga pelaku yang saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif.

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kasus kekerasan jalanan kembali memakan korban jiwa. Seorang remaja berinisial TJK (19) dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif akibat koma selama lima hari di RSUD dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

Korban mengembuskan napas terakhirnya, setelah menjadi korban pengeroyokan oleh teman-temannya di kawasan Jalan Manukan Mukti, Surabaya pada Minggu (31/5/2026).

Kasus pengeroyokan remaja surabaya ini kini tengah ditangani secara intensif oleh aparat kepolisian setempat.

Baca juga: Remaja Surabaya Tewas Dikeroyok Teman Gara-Gara Sandal, Sempat Koma 5 Hari

Sosok TJK: Remaja Sopan dan Berprestasi yang Baru Lulus SMA

Kepergian TJK menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar tempat tinggalnya di Manukan Kulon.

Korban yang baru saja lulus dari sebuah SMA negeri di kawasan Jalan Manukan Madya Kota Surabaya, dikenal sebagai pribadi yang santun dan introvert.

Nia Sanjaya (38), tetangga sekaligus sahabat dekat mendiang ibu korban, membeberkan kepribadian baik TJK selama masa hidupnya.

Menurut Nia, korban tidak pernah membuat masalah dan selalu bersikap sopan kepada para tetangga sekitar.

"Kalau dengan pihak-pihak ibu-ibu yang ada di sini dia tuh sopan gitu loh. Ya sangat disayangkan sampai terjadi seperti ini gitu loh," kata Nia saat ditemui SURYA.co.id di dekat rumah duka pada Kamis (4/6/2026).

Nia menambahkan, bahwa TJK tidak pernah berbuat onar sewajarnya anak remaja pada umumnya.

"Setahu saya korban itu enggak pernah bikin masalah yang bagaimana sewajarnya anak-anak remaja gitu. Tapi bagi saya korban pribadi yang baik. Pendiam," kenangnya.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua RT 01 RW 01, Manukan Kulon, Wijayanto Raharjo.

Ia menegaskan bahwa korban adalah sosok yang bersahabat dan membaur secara wajar dengan lingkungan sekitar.

"Iya kayak anak-anak itu lah, iya masih wajar, gumbul-gumbul atau nyangkruk-nyangkruk gitu," ujar Wijayanto saat memberikan keterangan di lokasi.

Impian Kuliah dan Foto Terakhir untuk Peti Mati

Tragisnya, maut menjemput TJK tepat sebelum dirinya sempat mencicipi masa depan yang telah ia rancang.

TJK meninggal dunia sebelum sempat mengambil ijazah kelulusan sekolahnya.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved