Jumat, 12 Juni 2026

SPMB Surabaya 2026

Pengambilan PIN SPMB 2026 di SMAN 14 Surabaya Lancar, Puluhan Data Siswa Diperbaiki

Pengambilan PIN SPMB 2026 di SMAN 14 Surabaya berjalan lancar. Puluhan calon murid dibantu perbaikan data rapor dan KK.

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Sulvi Sofiana
SPMB 2026 - Layanan verifikasi data dan pengambilan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMAN 14 Surabaya berjalan lancar sejak dibuka pada Jumat (29/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Hari pertama pengambilan PIN SPMB 2026 di SMAN 14 Surabaya berjalan lancar dengan sekitar 50 peserta terlayani hingga pukul 11.00 WIB.
  • Kendala utama yang ditemukan yakni kesalahan input nilai rapor serta dokumen KK yang belum memenuhi syarat masa satu tahun.
  • Dindik Jatim menyiapkan 7.212 operator dan helpdesk untuk mendukung pelayanan SPMB 2026 di seluruh Jawa Timur.

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Proses pengambilan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMAN 14 Surabaya berlangsung lancar pada hari pertama pelaksanaan, Jumat (29/5/2026). Hingga pukul 11.00 WIB, sekitar 50 calon murid telah menjalani proses verifikasi dan validasi berkas untuk kebutuhan pendaftaran sekolah.

Wakil Kepala Humas SMAN 14 Surabaya, Nistiarisa Angelina, mengatakan mayoritas peserta tidak hanya mengambil PIN, tetapi juga melakukan perbaikan data yang sebelumnya diinput oleh sekolah asal.

“Pengambilan PIN berjalan lancar. Hingga pukul 11.00 jumlah antrean mencapai sekitar 50 peserta,” ujarnya.

Kendala Nilai Rapor dan Dokumen KK Jadi Temuan Utama

Dalam pelaksanaan hari pertama SPMB 2026, SMAN 14 Surabaya menemukan sejumlah kendala administrasi yang dialami calon peserta didik.

Beberapa peserta diketahui mengalami kesalahan input rata-rata nilai rapor. Nilai yang sebelumnya dibulatkan oleh sekolah asal harus diperbaiki agar sesuai dengan data asli per semester.

“Perbaikan biasanya pada rata-rata nilai rapor yang sebelumnya dibulatkan oleh sekolah, padahal harusnya sesuai nilai per semester apa adanya,” jelas Nistiarisa.

Selain itu, terdapat pula kendala pada dokumen Kartu Keluarga (KK) yang belum memenuhi ketentuan masa terbit minimal satu tahun. Peserta dengan kondisi tersebut diarahkan menggunakan surat domisili sesuai aturan sistem.

“Kalau KK belum genap satu tahun, biasanya kami bantu arahkan menggunakan surat domisili agar tetap bisa diproses,” tambahnya.

Kendala yang Banyak Ditemukan Saat Pengambilan PIN

  • Kesalahan input rata-rata nilai rapor
  • Nilai rapor dibulatkan oleh sekolah asal
  • KK belum memenuhi masa berlaku satu tahun
  • Peserta kurang teliti saat verifikasi data
  • Kendala unggah dokumen pada sistem

Sistem Antrean Online Dinilai Lebih Tertib

SMAN 14 Surabaya menyiagakan 10 operator untuk membantu proses verifikasi dan validasi data peserta. Sistem antrean daring yang diterapkan, juga dinilai membuat pelayanan lebih tertib dibanding tahun sebelumnya.

Peserta kini dapat memilih jadwal dan jam kedatangan secara mandiri sesuai kuota yang tersedia, sehingga tidak perlu datang sejak pagi untuk mengantre.

“Dengan sistem sekarang, peserta sudah bisa memilih sendiri jadwal dan jam kedatangan. Jadi lebih tertib dan tidak perlu antre sejak pagi,” kata Nistiarisa.

Pada hari pertama pelaksanaan, SMAN 14 Surabaya melayani calon murid dari berbagai sekolah di Surabaya, termasuk SMPN 17 Surabaya dan MTsN 3 Kota Surabaya.

Salah satu peserta, Nabila Mayla dari SMPN 17 Surabaya, memilih titik domisili di kawasan Tenggilis, karena dinilai memiliki peluang masuk jalur zonasi Rungkut maupun Tenggilis.

Sementara itu, Azzriel Zepta dari MTsN 3 Kota Surabaya, mengaku sempat mengalami kendala pada data nilai rapor yang dibulatkan oleh sekolah asal, sebelum akhirnya diperbaiki operator sekolah.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved