Rabu, 20 Mei 2026

JNE Gandeng Unair Gelar Workshop Kreatif, Bahas AI hingga Storytelling

JNE dan FISIP Unair menggelar workshop kreatif untuk mahasiswa membahas storytelling, fotografi, hingga peran AI dalam konten digital.

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Cak Sur
istimewa
WORKSHOP KREATIF - Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) dalam Creative Workshop bertajuk “Think Creative Vol. 6: Dari Ide Jadi Karya Penuh Cerita” di Hall A Lantai 5 Gedung FISIP Kampus B Unair, Surabaya, Selasa (19/5/2026). 

Ringkasan Berita:

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Tren konten digital yang kini semakin didominasi visual dan storytelling mendorong JNE Express berkolaborasi dengan Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Jawa Timur (Jatim), untuk menggelar workshop kreatif bagi mahasiswa.

Melalui kegiatan bertajuk “Think Creative Vol. 6: Dari Ide Jadi Karya Penuh Cerita”, JNE bersama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair mengajak mahasiswa memahami pentingnya kreativitas, visual dan kekuatan narasi di era digital.

Workshop tersebut digelar di Hall A Lantai 5 Gedung FISIP Kampus B Unair, Surabaya, Selasa (19/5/2026).

Persiapan Menuju JNE Content Competition 2026

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian sosialisasi, sekaligus penguatan kreativitas menjelang pelaksanaan JNE Content Competition 2026.

Kompetisi tahunan tersebut terbuka bagi jurnalis, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum di seluruh Indonesia.

Acara menghadirkan dua figur industri kreatif nasional, yakni fotografer profesional Martha Suherman dan penulis serta pegiat literasi Kang Maman Sali sebagai juri sekaligus pemateri utama.

Selain itu, hadir pula juri regional untuk wilayah Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT, yaitu Suryanto untuk kompetisi fotografi dan Imron Mawardim untuk kompetisi menulis.

Jalannya workshop dipandu moderator Angga Prawadika A.

JNE Dorong Ruang Kreatif Anak Muda

Marketing Group Head JNE, Eri Palgunadi, mengatakan workshop tersebut menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung perkembangan kreativitas masyarakat.

“Kompetisi ini adalah wujud apresiasi kepada para peserta dan konsumen yang semakin beragam. Kami ingin memberikan ruang agar semua pihak bisa bergerak bersama untuk berkarya secara kreatif,” ujarnya.

Menurut Eri, jumlah peserta dan karya dalam kompetisi tersebut terus meningkat setiap tahun.

Kategori lomba pun kini semakin luas, mulai dari penulisan, fotografi, desain, hingga videografi.

  • Storytelling di era konten digital
  • Teknik fotografi dan visual naratif
  • Peran AI dalam proses kreatif
  • Tips menghadapi kompetisi konten
  • Pentingnya orisinalitas karya

AI Tak Bisa Gantikan Pengalaman Lapangan

Dalam sesi diskusi, Kang Maman menyoroti perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam industri kreatif.

Menurutnya, AI memang dapat membantu proses awal berpikir, namun tidak mampu menggantikan pengalaman langsung di lapangan yang menjadi kekuatan utama sebuah karya.

“AI bisa membantu memulai proses berpikir, tapi yang membedakan karya jurnalis atau penulis adalah detail di lapangan dan suasana, orang yang ditemui, hingga cerita kecil yang tidak bisa ditangkap AI,” ujarnya.

Penilaian Karya Tak Hanya Soal Visual

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved