Cakupan UHC di Kabupaten Sidoarjo Capai 99,7 Persen
Cakupan Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Sidoarjo sudah tembus di angka 99,7 persen.
Penulis: M Taufik | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Kabupaten Sidoarjo berhasil mencapai cakupan UHC 99,77 persen dengan peserta aktif 81,93 % , melampaui standar minimal UHC Prioritas.
- BPJS jalankan program reaktivasi peserta nonaktif dan registrasi masyarakat belum terdaftar untuk menjaga keberlangsungan JKN.
- Sekda Fenny Apridawati apresiasi kolaborasi lintas sektor, ajak semua pihak menjaga capaian UHC hingga 100?ngan layanan berkualitas.
SURYA.co.id, SIDOARJO - Cakupan Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Sidoarjo sudah tembus di angka 99,7 persen.
Artinya sudah hampir sempurna program yang diluncurkan untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan jaminan layanan kesehatan tersebut.
Dengan capaian kepesertaan yang nyaris menyentuh angka 100 persen itu, Kabupaten Sidoarjo masih mampu mempertahankan status UHC Prioritas.
Lampaui Target
Menurut Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Munaqib, standar minimal UHC Prioritas yakni cakupan kepesertaan sebesar 98 persen dengan tingkat peserta aktif minimal 80 persen. Saat ini, Kabupaten Sidoarjo telah melampaui target tersebut.
“Cakupan UHC Kabupaten Sidoarjo saat ini mencapai sekitar dua juta jiwa atau sekira 99,77 persen. Sedangkan tingkat keaktifan peserta mencapai 1,7 juta jiwa atau sekitar 81,93 persen. Angka ini sudah masuk kategori UHC Prioritas,” katanya kepada SURYA.co.id.
Capaian tersebut, disebutnya, tidak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, serta berbagai pihak yang terus berkolaborasi menjaga keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Bahkan, pihaknya menargetkan cakupan dan tingkat keaktifan peserta dapat mencapai 100 persen.
Bantu Peserta Nonaktif
Dalam upaya meningkatkan keaktifan peserta, BPJS Kesehatan Sidoarjo juga menjalankan Program Sinergi Rekrutmen Reaktivasi Peserta JKN Melalui Pemerintah Daerah dengan Pihak Ketiga (Srikandi).
Program tersebut dinilai efektif membantu peserta nonaktif agar kembali mendapatkan perlindungan jaminan kesehatan.
“Program Srikandi ini dapat dikolaborasikan dengan Program Donasi JKN yang saat ini sedang kami canangkan. Donasi bisa dilakukan perorangan, badan usaha maupun badan hukum untuk membantu peserta PBPU dan BP yang memiliki tunggakan iuran,” jelas Munaqib.
Selain itu, terdapat pula Program Petakan, Sisir Advokasi dan Registrasi (Pesiar) yang menyasar masyarakat belum terdaftar sebagai peserta JKN. Program tersebut dijalankan melalui agen PESIAR yang tersebar di sejumlah desa di Kabupaten Sidoarjo.
“Agen PESIAR memiliki peran penting dalam meningkatkan cakupan UHC dan tingkat keaktifan peserta,” imbuhnya.
Apresiasi Seluruh Pihak
Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati, mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan Program JKN di Kabupaten Sidoarjo.
Menurutnya, capaian UHC Prioritas tidak akan terwujud tanpa adanya kerja sama lintas sektor.
| Ratusan Paket Sembako Dibagi Gratis untuk Warga Surabaya Tiap Bulan |
|
|---|
| Bupati Jombang Ajak Warga Belanja di KDKMP : Harga Barangnya Sesuai HET |
|
|---|
| Polisi Bawa Barang Bukti Kebakaran RSUD Dr Soetomo Surabaya ke Labfor |
|
|---|
| BTS Surabaya Awali Seri Malang Pro Futsal League 2025-2026, Kalahkan Asahan FC 2-5 |
|
|---|
| Di Hadapan Presiden Prabowo, Kapolri Targetkan 1.500 SPPG Berdiri pada 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/rapat-pembasahan-UHC-beberapa-waktu-lalu.jpg)