Dindik Jatim Dorong Lulusan SMK Siap Kerja Lewat Program BMW dan Magang Luar Negeri
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur terus memperkuat kesiapan kerja lulusan SMK melalui program BMW
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Dinas Pendidikan Jatim dorong lulusan SMK melalui program Bekerja, Melanjutkan, Wirausaha serta magang luar negeri.
- Dari 221.174 lulusan, 91,46 persen terserap; 55,83?kerja, 20,79?rwirausaha, 14,84 % melanjutkan pendidikan.
- Pemprov Jatim fokus sertifikasi kompetensi dan praktik industri agar lulusan adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
SURYA.co.id, SURABAYA - Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur terus memperkuat kesiapan kerja lulusan SMK melalui program BMW (Bekerja, Melanjutkan, dan Wirausaha) serta pengembangan program magang kerja luar negeri.
Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan keterserapan lulusan sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), baik di dalam maupun luar negeri.
Jumlah Lulusan SMK di Jawa Timur
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sebanyak 91,46 persen lulusan SMK di Jawa Timur telah menjalankan program BMW.
Dari total 221.174 lulusan SMK, sebanyak 195.429 lulusan tercatat bekerja, berwirausaha maupun melanjutkan pendidikan.
Baca juga: Detik-detik Damkar Tulungagung Evakuasi Siswi SMK dari Lantai 2 Gegara Cedera Punggung
Rinciannya, sebanyak 55,83 persen lulusan bekerja, 20,79 persen berwirausaha, dan 14,84 persen melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Sementara angka pengangguran lulusan SMK di Jawa Timur tercatat hanya 1,49 persen.
Berbagai Program Dijalankan Dindik Jatim
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan berbagai program terus dilakukan agar lulusan SMK tidak menjadi penyumbang angka pengangguran.
Menurut Aries, penguatan dilakukan melalui optimalisasi Teaching Factory (TeFa), sertifikasi kompetensi, pemanfaatan Bursa Kerja Khusus (BKK), hingga perluasan kerja sama sekolah dengan industri.
“Penguatan dilakukan melalui optimalisasi Teaching Factory, BLUD, uji sertifikasi kompetensi di masing-masing lembaga, penyediaan sertifikasi gratis dari LSK berstandar KKNI, pemanfaatan Bursa Kerja Khusus, hingga penguatan kerja sama sekolah dengan DUDI,” jelasnya kepada SURYA.co.id, Selasa (12/5/2026).
Magang Kerja Luar Negeri
Selain itu, Dindik Jatim juga mendorong siswa mengikuti program magang kerja luar negeri.
Sebanyak 3.186 siswa kelas 12 dan 13 diusulkan mengikuti program magang kerja luar negeri yang menjadi program unggulan Direktorat SMK Kemendikdasmen.
Tak hanya itu, tercatat sebanyak 1.734 lulusan SMK Jatim juga siap diberangkatkan sebagai pekerja migran profesional.
“Program-program tersebut merupakan upaya meningkatkan keterserapan lulusan sesuai kebutuhan industri, baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Aries.
Link and Match Sekolah dengan Dunia Industri
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan capaian tersebut menunjukkan penguatan link and match antara sekolah dengan dunia industri berjalan semakin efektif.
| PT SGN Salurkan Bantuan Rp100 Juta untuk Korban Banjir Bone |
|
|---|
| Cerita Siswa di Surabaya : Keluhkan Tak Enak Badan Usai Santap Menu Makanan MBG |
|
|---|
| PGN Kembali Raih ISO 55001, Operasional Gas Bumi Makin Aman dan Efisien |
|
|---|
| Telkom Bukukan Laba Rp17,8 Triliun, Transformasi TLKM 30 Digenjot |
|
|---|
| Tinjau Revitalisasi Pasar Keputran Selatan, Wali Kota Surabaya : Target Rampung Akhir Agustus 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Wirausaha-serta-pengembangan-program-magang-kerja-luar-negeri.jpg)