Nama KH Asep Saifuddin Chalim Menguat Jelang Muktamar NU 2026
PKC PMII Jawa Timur mendukung KH Asep Saifuddin Chalim menjadi Rais Aam PBNU pada Muktamar NU 2026 mendatang.
Ringkasan Berita:
- PKC PMII Jawa Timur menyatakan dukungan kepada KH Asep Saifuddin Chalim untuk menjadi Rais Aam PBNU pada Muktamar NU 2026 mendatang.
- Ketua PKC PMII Jatim Akiedo Zawa menilai KH Asep memiliki rekam jejak kuat dalam pendidikan, pesantren, dan pemberdayaan umat Nahdliyyin.
- PMII Jatim berharap Muktamar NU 2026 menjadi momentum memperkuat peran NU dalam menjaga Islam moderat, inklusif, dan berkeadaban.
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) 2026, dinamika dukungan terhadap figur calon pemimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai mengemuka dari berbagai kalangan warga Nahdliyin.
Salah satu dukungan datang dari Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur (Jatim) yang mendorong Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim M.Ag untuk mengemban amanah sebagai Rais Aam PBNU pada Muktamar NU mendatang.
PMII Jatim Nilai KH Asep Punya Rekam Jejak Kuat
Ketua PKC PMII Jatim, Akiedo Zawa, mengatakan bahwa NU ke depan membutuhkan sosok ulama yang tidak hanya memiliki kedalaman ilmu agama, tetapi juga mampu membangun kemandirian umat melalui sektor pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
“Kami melihat KH Asep Saifuddin Chalim sebagai salah satu ulama yang memiliki rekam jejak kuat dalam pengabdian kepada umat. Dedikasi beliau dalam membangun lembaga pendidikan dan pesantren menunjukkan komitmen besar terhadap masa depan generasi Nahdliyin,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Menurut Edo, sapaan Akiedo Zawa, pengalaman panjang KH Asep di dunia pesantren menjadikannya figur yang relevan untuk memperkuat tradisi keilmuan di tubuh NU.
Ia menilai, tantangan zaman yang semakin kompleks membutuhkan kepemimpinan ulama yang visioner dan mampu menjaga keseimbangan antara tradisi keislaman dengan kebutuhan kemajuan umat.
“NU membutuhkan kepemimpinan ulama yang visioner, yang mampu menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah sekaligus mendorong kemajuan umat. Dalam pandangan kami, KH Asep memiliki kapasitas tersebut,” katanya.
Muktamar NU 2026 Dinilai Jadi Momentum Konsolidasi
PMII Jatim berharap, Muktamar NU 2026 tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan organisasi, tetapi juga momentum konsolidasi besar bagi warga Nahdliyin.
Menurutnya, NU memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai keislaman moderat dan memperkuat kehidupan kebangsaan di tengah tantangan sosial yang terus berkembang.
- PKC PMII Jawa Timur mendukung KH Asep Saifuddin Chalim menjadi Rais Aam PBNU
- Dukungan disampaikan menjelang Muktamar NU 2026
- KH Asep dinilai memiliki rekam jejak kuat di bidang pendidikan dan pesantren
- PMII Jatim menilai NU membutuhkan sosok ulama visioner
- Muktamar NU diharapkan memperkuat peran NU dalam menjaga Islam moderat dan inklusif
Edo menambahkan, warga Nahdliyin membutuhkan kepemimpinan yang mampu memperkuat tradisi keilmuan, sekaligus membawa NU tetap relevan menghadapi perkembangan zaman.
Dengan munculnya berbagai aspirasi dari kader muda NU, dinamika menuju Muktamar NU 2026 diperkirakan akan semakin menghangat dalam beberapa waktu ke depan.
KH Asep Saifuddin Chalim
muktamar NU 2026
PBNU
PMII Jawa Timur
PMII Jatim
Rais Aam PBNU
Nahdlatul Ulama
Nahdliyin
Akiedo Zawa
Meaningful
Multiangle
| Dinas Pendidikan Jatim Tegaskan Pelaksanaan SPMB 2026 Bebas Pungli |
|
|---|
| Semalam Dipecat, Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Jadi Tersangka Korupsi MBG |
|
|---|
| Pemuda Katolik Komda Jawa Timur dan Kanwil HAM Perkuat Sinergi Strategis untuk Pemajuan Hak Asasi |
|
|---|
| Daftar Pemain yang Tinggalkan Persebaya Surabaya, Bajol Ijo Bangun Skuad Baru |
|
|---|
| Sosok Pujiyono Suwadi Ketua Komjak yang Bocorkan Kasus di BGN Naik Penyidikan, Soal Jual Beli SPPG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/KH-Asep-Saifuddin-Chalim-1252026.jpg)