Polemik Sampah Surabaya
Pemkot Surabaya Minta Warga Pilah Sampah Sejak dari Rumah
Wakil Wali Kota Surabaya Armuji mendorong skema baru dalam tata kelola sampah di Surabaya dengan berbasis penguatan warga.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Dyan Rekohadi
Ringkasan Berita:
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Wakil Wali Kota Surabaya Armuji mendorong skema baru dalam tata kelola sampah di Surabaya dengan berbasis penguatan warga.
Warga Surabaya diminta harus pilah sampah sejak dari rumah.
"Kalau tidak memilah sampah dari sumbernya, beban TPS makin berat. Semakin hari akan semakin bertambah volume sampah di setiap TPS," kata Armuji.
Baca juga: Pakar ITS Ingatkan Budaya Masyarakat Jadi Kunci Pengelolaan Sampah Surabaya
Masalah Sampah yang Kompleks
Wawali Surabaya yang akrab disapa Cak Ji ini akan memberi atensi khusus untuk penanganan sampah di Surabaya.
Beban sampah menumpuk karena mayoritas tak ada pemilahan sampah dari sumbernya.
Tidak hanya seiring makin bertambahnya hunian, tapi juga makin banyaknya restoran, rumah makan, dan tempat usaha lainnya.
Hotel restoran dan kafe (Horeka) juga menjadi perhatian utama selain warga.
Permasalahan sampah di Kota Surabaya akan semakin kompleks.
Sejumlah TPS kadang volumenya melebihi kapasitas. TPS makin terbebani.
Seperti diketahui, sebelumnya muncul polemik terkait banyak gerobak sampah ngetem di TPS.
Belum lagi terkait jenis dan sumber sampah yang membutuhkan penanganan khusus. Bahkan ada sampah kasur hingga mebeler.
"Harus dipilah sendiri oleh pembuangnya. Pemkot nanti akan memikirkan tempat sampah khusus sesuai jenis sampah," katanya.
Cak Ji mendorong partisipasi warga.
Alokasi dana kelurahan juga bisa dialokasikan untuk mendukung pengolahan berbasis sumber.
Salah satunya tong pengolah sampah organik dan lubang biopori untuk sampah organik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Armuji-3012026.jpg)