Minggu, 10 Mei 2026

Muswil IDI Jatim di Gresik, Gus Yani Siapkan Kuliah Dokter Spesialis Gratis

Muswil IDI Jatim di Gresik membahas distribusi dokter, kesehatan mental generasi muda, hingga program dokter spesialis gratis.

Tayang:
Penulis: Willy Abraham | Editor: Cak Sur
istimewa/Dokumen Humas Pemkab Gresik
MUSWIL IDI JATIM - Suasana pembukaan Muswil IDI Jawa Timur 2026 di salah satu hotel Kabupaten Gresik, Jawa Timur., Jumat (8/5/2026).Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani membuka langsung kegiatan tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • Muswil IDI Jawa Timur 2026 digelar di Gresik dan diikuti ratusan peserta dari cabang IDI serta organisasi dokter spesialis se-Jatim.
  • Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyoroti persoalan distribusi dokter hingga meningkatnya gangguan kesehatan mental generasi muda.
  • Pemkab Gresik menyiapkan program pembiayaan dokter spesialis gratis melalui APBD untuk memperkuat layanan kesehatan, terutama di Bawean.

SURYA.CO.ID, GRESIK - Kabupaten Gresik kembali dipercaya menjadi tuan rumah agenda besar tingkat provinsi. Kali ini, Musyawarah Wilayah (Muswil) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jawa Timur (Jatim) Tahun 2026 digelar di salah satu hotel di Gresik, Jumat (8/5/2026).

Forum tersebut menjadi perhatian, karena tidak hanya membahas dinamika organisasi profesi dokter, tetapi juga menyoroti persoalan serius seperti distribusi tenaga medis hingga meningkatnya gangguan kesehatan mental di kalangan generasi muda.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani, membuka langsung kegiatan tersebut.

Gus Yani Soroti Distribusi Dokter

Dalam sambutannya, Gus Yani menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Gresik sebagai tuan rumah Muswil IDI Jatim.

Ia mengaku terkesan dengan dinamika organisasi profesi dokter, yang menurutnya tetap menjunjung etika dan profesionalitas di tengah proses demokrasi internal.

“Melihat dinamika dalam forum ini, saya sangat terkesan. Organisasi sebesar IDI mampu menunjukkan proses demokrasi yang hidup, dinamis, namun tetap menjunjung tinggi etika dan profesionalitas,” ujar Gus Yani.

Menurutnya, IDI merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia kesehatan, salah satunya melalui program pembiayaan pendidikan dokter spesialis menggunakan APBD.

“Kami menyiapkan pembiayaan pendidikan dokter spesialis secara gratis melalui APBD, dengan harapan setelah lulus para dokter ini kembali mengabdi di daerah yang membutuhkan, khususnya Bawean,” tegasnya.

Kesehatan Mental Anak Muda Jadi Sorotan

Selain persoalan distribusi tenaga medis, Gus Yani juga menyoroti meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental di kalangan usia muda.

Menurutnya, fenomena tersebut menjadi tantangan nyata yang tidak bisa ditangani pemerintah sendirian.

“Fenomena gangguan kesehatan mental pada usia muda kini menjadi tantangan nyata. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi erat bersama IDI untuk menjawab persoalan ini,” ujarnya.

Gus Yani menilai, kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi menjadi kunci penting dalam memperkuat sistem kesehatan yang merata dan berkelanjutan.

Fakta Penting Muswil IDI Jatim 2026

  • Digelar di Gresik mulai Jumat hingga Minggu
  • Diikuti 156 peserta dari 34 cabang IDI se-Jatim
  • Ada 30 peserta dari 21 perhimpunan dokter spesialis
  • Jawa Timur memiliki lebih dari 21 ribu dokter
  • Pemkab Gresik siapkan program dokter spesialis gratis
  • Distribusi dokter dan kesehatan mental jadi isu utama

IDI Tegaskan Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Ketua IDI Jatim, Dr dr Sutrisno Sp.OG(K) mengapresiasi dukungan Pemkab Gresik terhadap pelaksanaan Muswil.

Menurutnya, Jawa Timur selama ini dikenal solid dalam menjaga dinamika organisasi profesi kedokteran.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved