Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Viral

Berawal dari Video Viral, 200 Orang Kepung dan Serang Wisatawan Surabaya di Pantai Wediawu Malang

Video viral diduga memicu penyerangan 200 orang terhadap 55 wisatawan asal Surabaya di Pantai Wediawu, Malang. Sejumlah korban luka

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Pipit Maulidya
kompas.com/SURYA.CO.ID
KRONOLOGI - Petugas kepolisian melakukan pengamanan pasca insiden penyerangan terhadap rombongan wisatawan asal Surabaya di Pantai Wediawu, Kabupaten Malang, Selasa, 5 Mei 2026 dini hari. Insiden yang diduga dipicu video viral di media sosial tersebut mengakibatkan sejumlah korban luka serta kerusakan kendaraan. 

Ringkasan Berita:
  • 55 wisatawan Surabaya dikepung sekitar 200 orang di Pantai Wediawu, Kabupaten Malang.
  • Insiden diduga dipicu video viral terkait aktivitas rombongan dan isu rivalitas.
  • Korban luka, barang hilang, dan enam kendaraan mengalami kerusakan parah.

 

SURYA.CO.ID - Dugaan provokasi di media sosial berujung mencekam bagi rombongan wisatawan asal Surabaya saat berlibur di Pantai Wediawu, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang.

Sebanyak 55 wisatawan dikepung oleh sekitar 200 orang tak dikenal pada Selasa (5/5/2026) dini hari. Insiden tersebut mengakibatkan korban luka serta kerusakan sejumlah kendaraan.

Peristiwa ini diduga dipicu oleh beredarnya video aktivitas rombongan di media sosial.

Mochamad Rafli Rahadi, salah satu korban, menjelaskan bahwa rombongannya sempat mengundang disc jockey (DJ) untuk memutar musik di villa tempat mereka menginap.

Meski tidak ada niat memicu konflik, konten yang tersebar diduga berkaitan dengan sensitivitas rivalitas suporter.

“Awalnya tidak ada niat memutar lagu yang berkaitan dengan rivalitas suporter. Namun, aktivitas tersebut diduga terekam dan videonya tersebar di media sosial,” ujar Rafli, Selasa (5/5/2026) dikutip dari Kompas.com.

Situasi Menjadi Kacau

Situasi yang awalnya kondusif berubah drastis sekitar pukul 03.00 WIB.

Massa dalam jumlah besar mulai mendatangi lokasi penginapan dan mengepung para wisatawan.

“Habis itu sudah enggak bisa kondusif, sekitar 200 orang mengepung. Akhirnya kami masuk ke kamar, lalu terjadi penyerangan,” lanjut Rafli.

Menurut kesaksiannya, massa melakukan penyerangan menggunakan berbagai alat, mulai dari tangan kosong, kayu, hingga benda tajam. Aksi tersebut berlangsung hingga sekitar satu jam.

“Ada yang (dipukul) tangan kosong, kayu, sempat ada yang melihat bawa sajam, sampai pukul 04.00 WIB. Iya, beberapa ada yang luka-luka,” ungkapnya.

Baca juga: 31 Wisatawan Surabaya Korban Pengeroyokan di Malang Positif Gunakan Narkotika

Selain kekerasan fisik, rombongan juga mengalami kerugian materiil.

Lukman Abidin, korban lainnya, menyebut massa turut melempari mereka dengan batu.

Sejumlah barang pribadi pun dilaporkan hilang.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved