Selasa, 5 Mei 2026

Aksi Joki UTBK di Surabaya Terendus Polisi, Modus Operandi Pelaku Terstruktur

Dugaan praktik kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), dibongkar Polrestabes Surabaya.

Tayang:
istimewa/IG Luthfie. DAILY
JOKI UTBK - Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan, menanyakan cara kerja pelaku Joki UTBK, di Mapolrestabes Surabaya. Dalam sebuah video yang diunggah Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan, melalui akun resmi luthfie.daily Selasa (5/3/2026), pelaku yang juga terlihat memakai baju tahanan, juga ikut menerangkan cara mengerjakan soal ujian, hingga manipulasi data peserta 

Ringkasan Berita:
  • Polrestabes Surabaya bongkar dugaan kecurangan UTBK dengan barang bukti KTP palsu, HP, stempel, dan laptop.  
  • Modus terstruktur, seperti manipulasi data peserta, aliran dana Rp 300 juta, serta pengaturan sistem ujian Ada 8 pelaku yang diamankan.  
  • Pelaku diduga sindikat lama, sudah meluluskan 7 mahasiswa sejak 2023. Kasus masih dikembangkan polisi.  

 

SURYA.co.id, SURABAYA - Dugaan praktik kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), dibongkar Polrestabes Surabaya.

Dalam sebuah video yang diunggah Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan, melalui akun resmi luthfie.daily Selasa (5/3/2026), berbagai barang bukti ditampilkan dalam penanganan perkara tersebut.

Mulai dari alat pencetak KTP beserta puluhan blangko kosong, kemudian Handphone, stempel, hingga laptop yang digunakan pelaku melancarkan aksinya.

Modus Pelaku Terstruktur

Tampak sejumlah petugas memaparkan modus pelaku secara terstruktur.

Mulai dari manipulasi data peserta, aliran dana dari penampung terkumpul Rp 300 juta, sampai proses pengaturan sistem ujian dilakukan.

Pelaku yang juga terlihat memakai baju tahanan, juga ikut menerangkan cara mengerjakan soal ujian.

Diketahui pelaku berlatar belakang mahasiswa dari jurusan teknik mesin.

Pelaku Diduga Pemain Lama

Dari pemaparan tersebut, Kombespol Luthfie menduga pelaku adalah pemain lama.

Sebab, selain sudah meluluskan 7 mahasiswa, dari 2023 sampai 2026,praktik joki melibatkan banyak orang. Setidaknya ada 8 pelaku diamankan polisi.

“Ganti foto ini piye (Ganti foto ini gimana),” tanya Kombespol Luthfie kepada pelaku.

Ganti Dokumen dan Foto Peserta

Pelaku selanjutnya menunjukkan cara kerja pergantian dokumen serta foto peserta ujian, di depan Kombespol Luthfie. 

“Nggak langsung jadi, ini berkali-kali pak, nyetak KTP sama daftar daftarnya,” tutur Pelaku.

Kombespol Luthfie juga menanyakan aksi pelaku selama mengerjakan semua proses, khususnya ketika cetak KTP, hanya dilakukan di rumahnya. 

Pelaku juga membenarkan jika percetakan identitas kependudukan seharusnya dilakukan pihak berwenang di kantor kecamatan

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved