700 Diaspora Gresik Padati TMII, Sepakat Pendidikan Kunci Gresik Emas
Momentum kegiatan ini juga ditandai dengan pengukuhan Pengurus Paguyuban Warga Gresik di Jabodetabek periode 2025–2028
Penulis: Willy Abraham | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- 700 warga Gresik diaspora Jabodetabek meramaikan Festival Budaya dan Halal Bihalal di TMII, ajang silaturahmi sekaligus konsolidasi gagasan menuju Gresik Emas.
- Acara diisi pertunjukan seni, talkshow kebangsaan, peluncuran buku, hingga pengukuhan pengurus Paguyuban Warga Gresik Jabodetabek periode 2025–2028.
- Tokoh nasional hadir, menekankan pentingnya pendidikan, pelestarian budaya, dan sinergi diaspora untuk mendukung pembangunan Gresik.
SURYA.co.id, JAKARTA - Sebanyak 700 warga Gresik yang tergabung dalam diaspora Jabodetabek memadati Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (3/5/2026) malam.
Mereka meramaikan gelaran Festival Budaya Gresik dan Halal Bihalal Diaspora Gresik Jabodetabek.
Acara ini menjadi ajang silaturahmi besar sekaligus konsolidasi gagasan untuk memperkuat pembangunan daerah menuju “Gresik Emas”.
Mengusung tema “Gresik Nyawiji: Sinergi Perantau Berdaya, Melestarikan Tradisi dan Budaya Daerah di Kancah Nasional”.
Talkshow Kebangsaan Hingga Peluncuran Buku
Sekitar 700 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari tokoh nasional, anggota legislatif, pejabat pemerintah, ulama, akademisi, pengusaha, budayawan, mahasiswa, hingga komunitas diaspora Gresik.
Baca juga: 200 PNS Pemkab Gresik Terima SK Kenaikan Pangkat, Sekda Gresik Washil juga Serahkan SK Pensiun
Acara berlangsung meriah namun tetap khidmat, ditandai dengan rangkaian kegiatan halal bihalal, pertunjukan seni budaya, talkshow kebangsaan, peluncuran buku, pembagian doorprize, doa bersama, hingga pagelaran seni bertajuk “Tulajek, Gresik Nyawiji” oleh Komunitas Kota Seger.
Seluruh rangkaian ini menegaskan kuatnya ikatan emosional warga Gresik di perantauan.
Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut hadir, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof. Dr. Pratikno, M.Soc., bersama Ibu Faridah Pratikno yang berasal dari Bungah, Gresik. Hadir pula anggota DPR RI Jazilul Fawaid dan Falah, Deputi Bappenas Amich Alhumami, serta Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir.
Visi Gresik Emas 2025
Jazilul Fawaid dalam sambutannya, mengatakan, visi Gresik Emas 2025 harus ditopang oleh pembangunan sumber daya manusia yang kuat.
Ia menekankan, kemajuan daerah tidak cukup hanya mengandalkan sektor industri, tetapi juga membutuhkan generasi muda yang unggul dan berkarakter.
“Pendidikan harus menjadi fondasi utama. Gresik masa depan harus dibangun oleh SDM yang kuat, bukan hanya ekonomi yang tumbuh,” ujarnya.
Ia juga menyinggung gagasan penguatan ekosistem pendidikan melalui pengembangan institusi pendidikan tinggi sebagai bagian dari upaya jangka panjang membangun daerah.
Pendidikan dan Pelestarian Budaya Beriringan
Pandangan tersebut mendapat dukungan dari Prof. Dr. Imam Subchi, M.A., yang menilai pendidikan dan pelestarian budaya harus berjalan beriringan.
Menurutnya, identitas budaya Gresik perlu terus dirawat agar tetap menjadi kekuatan dalam pembangunan daerah.
Rekomendasi Statregis untuk Pemkab dan Dewan
| KEK Gresik JIIPE Melalui Gotong Royong Sejumlah Perusahaan Bagikan Hewan Qurban ke Masyarakat |
|
|---|
| Penyebab Negosiasi AS dan Iran Berjalan Alot, Mojtaba Khamenei Disebut Masih Sembunyi Sejak Serangan |
|
|---|
| GWM Unjuk Gigi di Surabaya, Mobil Hybrid Diesel Premium hingga EV Futuristik |
|
|---|
| Kabar Duka di Tanah Suci, Jamaah Haji Tulungagung Wafat Setelah Wukuf Bersama Sang Istri |
|
|---|
| Toyota Perkuat Mobil Hybrid di Surabaya, Yaris Cross dan Alphard Baru Jadi Sorotan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Festival-Budaya-Gresik-dan-Halal-Bihalal-Diaspora-Gresik-Jabodetabek.jpg)