Minggu, 3 Mei 2026

Mahfud MD Soroti Lemahnya Merit System di Surabaya: Birokrasi Dipolitisasi

Mahfud MD soroti lemahnya merit system dan dominasi politik dalam tata kelola nasional saat kuliah tamu di STIESIA Surabaya.

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Sulvi Sofiana
MERIT SYSTEM - Mahfud MD menyoroti lemahnya penerapan merit system dalam tata kelola nasional saat menjadi narasumber kuliah tamu di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya, Jawa Timur, Senin (27/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Mahfud MD menilai tata kelola nasional dipengaruhi konfigurasi politik, bukan profesionalisme.
  • Lemahnya merit system berdampak pada kinerja birokrasi dan kualitas kebijakan publik.
  • Ia menekankan pentingnya kembali ke konstitusi serta penegakan hukum sebagai solusi.

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Mohammad Mahfud Mahmodin atau Mahfud MD menyoroti lemahnya penerapan merit system dalam tata kelola nasional, saat menjadi narasumber kuliah tamu di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Senin (27/4/2026).

Konfigurasi Politik Dominasi Kebijakan

Dalam paparannya, Mahfud menilai persoalan utama tata kelola nasional tidak terlepas dari konfigurasi politik yang memengaruhi berbagai kebijakan publik.

  • Kebijakan kerap diputuskan berdasarkan kepentingan politik
  • Profesionalisme birokrasi dinilai belum optimal
  • Merit system belum berjalan efektif

“Masalah utama tata kelola itu pada konfigurasi politik, karena banyak hal diselesaikan secara politik, bukan oleh profesional,” ujarnya.

Dampak Lemahnya Merit System

Mahfud menegaskan, bahwa lemahnya merit system berdampak langsung pada terganggunya sistem birokrasi dan kualitas pelayanan publik.

  • Birokrasi tidak berjalan berbasis kompetensi
  • Potensi intervensi politik dalam jabatan publik tinggi
  • Kinerja institusi menjadi tidak maksimal

Ia menekankan pentingnya penguatan demokrasi melalui penegakan konstitusi sebagai langkah awal perbaikan.

“Kuncinya memperbaiki konfigurasi politik agar kembali ke konstitusi dan penegakan hukum,” tegasnya.

Isu Keselamatan Prajurit TNI

Selain tata kelola, Mahfud juga menyoroti pentingnya sikap tegas pemerintah dalam menjamin keselamatan prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian dunia.

  • Diperlukan kejelasan komando dalam penugasan
  • Perlindungan prajurit harus menjadi prioritas
  • Situasi global menuntut kebijakan yang tegas

“Pemerintah harus memastikan ada jaminan keselamatan yang jelas bagi prajurit kita,” katanya.

Penguatan Perspektif Mahasiswa

Ketua STIESIA Surabaya, Prof Dr Nur Fadjrih Asyik, menyebut kuliah tamu ini menjadi bagian penting dalam pengayaan keilmuan mahasiswa.

Menurutnya, kehadiran praktisi membantu menjembatani teori dan praktik dalam dunia nyata.

“Ini bagian dari pengayaan agar mahasiswa memiliki perspektif lebih luas dalam tata kelola organisasi,” ujarnya.

Kegiatan yang merupakan rangkaian Dies Natalis ke-54 STIESIA ini diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai kalangan, mulai mahasiswa hingga alumni.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved