SNBT 2026
Hari Pertama UTBK SNBT 2026 di Surabaya, Terapkan Pengamanan Berlapis
UTBK di Unair berlangsung selama 10 hari, mulai 21 hingga 30 April 2026, dengan total 19 sesi ujian.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- UTBK SNBT 2026 di Surabaya resmi dimulai dengan pengamanan berlapis, disiplin ketat, dan toleransi keterlambatan maksimal 30 menit.
- Unair menyiapkan 22 ruang CBT, kapasitas 17.600 peserta, dengan 94,7 persen terisi. Hari pertama kehadiran 95,8 persen.
- Unesa melibatkan 20.340 peserta, 31 ruang ujian, 1.075 komputer utama, serta koordinasi dengan kepolisian untuk kelancaran lalu lintas.
SURYA.CO.ID, SURABAYA – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di Surabaya resmi dimulai dengan penerapan sistem pengamanan berlapis dan aturan disiplin ketat.
Peserta yang terlambat lebih dari 30 menit dipastikan tidak diperkenankan mengikuti ujian dan tidak bisa mengganti jadwal di hari lain.
Jaga Ketertiban dan Integritas
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Airlangga (Unair), Prof. Mochammad Amin Alamsjah, Ir., M.Si., Ph.D. menegaskan aturan tersebut diberlakukan untuk menjaga ketertiban dan integritas pelaksanaan UTBK.
“Untuk keterlambatan kami beri toleransi maksimal 30 menit. Jika melewati itu, peserta tidak bisa mengikuti ujian dan tidak ada penggantian hari,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Berlangsung 10 Hari
UTBK di Unair berlangsung selama 10 hari, mulai 21 hingga 30 April 2026, dengan total 19 sesi ujian.
Lokasi ujian tersebar di Kampus B dan Kampus C dengan 22 ruang Computer Based Test (CBT) di 10 gedung.
Kapasitas yang disediakan mencapai 880 komputer per sesi dengan total daya tampung 17.600 peserta.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 16.672 peserta terdaftar mengikuti UTBK di Unair atau sekitar 94,7 persen dari kapasitas.
Jumlah Peserta yang Ikuti UTBK
Pada hari pertama, sesi pertama diikuti 843 peserta atau 95,8 persen kehadiran, sementara 37 peserta atau 4,2 persen tercatat tidak hadir tanpa keterangan.
“Alhamdulillah ujian berjalan lancar dan tepat waktu. Pukul 07.00 peserta sudah login dan pukul 07.15 ujian dimulai,” tambahnya.
Untuk memastikan keamanan dan mencegah praktik kecurangan seperti perjokian, Unair menerapkan pengawasan ketat di seluruh titik. Selain pemeriksaan identitas, panitia juga menggunakan metal detector sebelum peserta memasuki ruang ujian.
Seluruh ruangan diawasi secara langsung oleh pengawas dan tim teknis.
“Dari pusat juga ada instruksi khusus agar pengawasan terhadap potensi joki lebih diperketat. Kami berupaya semaksimal mungkin untuk menghilangkan praktik tersebut,” imbuhnya.
Siapkan Fasilitas Penunjang
Selain aspek keamanan, Unair juga menyiapkan fasilitas penunjang kenyamanan peserta. Seluruh peserta mendapatkan sarapan pagi berupa teh hangat dan roti, tersedia ruang transit, serta tenaga kesehatan di setiap lokasi ujian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/37-peserta-atau-42-persen-tercatat-tidak-hadir-tanpa-keterangan.jpg)