Jumat, 17 April 2026

Kebakaran Pabrik Isolasi Surabaya

UPDATE Pabrik Isolasi Terbesar di Surabaya Terbakar: Api Melumat Area 2 Hektare dalam 10 Menit

Kebakaran pabrik selotip di Surabaya, Jawa Timur, diduga akibat korsleting listrik, api cepat membesar dan melumat area hingga 2 hektare.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Cak Sur
Montase SURYA.co.id/Luhur Pambudi
KEBAKARAN PABRIK - Manajer area kantor pabrik selotip, Lina Noviana menceritakan detik-detik kebakaran hebat melumat seluruh area produksi seluas 2 hektare di kawasan di Jalan Pergudangan Suri Mulia Permai, Greges, Asemrowo, Surabaya, Jawa Timur pada Kamis (16/4/2026) malam. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya juga mengoperasikan robot, atau tank pemadam tanpa awak untuk menjangkau titik api di dalam bangunan yang bersuhu sangat panas. 
Ringkasan Berita:
  • Kebakaran hebat melanda pabrik selotip di Asemrowo Surabaya, Jawa Timur (Jatim), diduga akibat korsleting listrik di area penyimpanan core.
  • Api membesar hanya dalam waktu sekitar 10 menit karena banyak material mudah terbakar seperti plastik dan kertas.
  • Seluruh karyawan berhasil menyelamatkan diri, sementara puluhan petugas damkar dikerahkan termasuk robot pemadam.

 

Laporan Reporter SURYA.co.id: Luhur Pambudi

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik selotip di kawasan Jalan Pergudangan Suri Mulia Permai, Greges, Asemrowo, Surabaya, Jawa Timur (Jatim) pada Kamis (16/4/2026) malam. Kobaran api dengan cepat melumat area produksi hingga diperkirakan mencapai luas 2 hektare.

Detik-detik Kebakaran Saat Karyawan Makan Malam

Manajer area kantor pabrik, Lina Noviana, mengungkapkan bahwa peristiwa terjadi saat dirinya bersama puluhan karyawan sedang berada di lantai dua untuk makan malam.

"Iya sempat pak. Sebenarnya tadi kami hari ini mau ada lembur. Kami pulang kerja jam 17.30 WIB. Dan jam 18.00 di atas kami posisi lagi makan malam. Karyawan itu pada teriak karena ada api. Mereka turun. Lalu apinya enggak lama, 10 menit, langsung besar. Iya. Langsung merembet," ujar Lina saat ditemui SURYA.co.id di lokasi.

Sekitar pukul 18.00 WIB, sejumlah karyawan mendadak berteriak, setelah melihat percikan api muncul di bagian belakang gudang penyimpanan core (lubang gulungan selotip). Situasi itu langsung memicu kepanikan.

Lina bersama puluhan karyawan lainnya berlarian keluar gedung untuk menyelamatkan diri. Ia memastikan tidak ada pekerja yang terjebak di dalam bangunan saat kebakaran terjadi.

Baca juga: BREAKING NEWS Pabrik Isolasi Terbesar di Surabaya Terbakar, Kerahkan Robot Tank Pemadam 

Api Cepat Membesar Diduga Akibat Material Mudah Terbakar

Menurut Lina, api dengan cepat membesar karena banyaknya bahan baku produksi berupa plastik dan kertas yang mudah terbakar.

"Iya korsleting listrik. Areanya tadi di belakang tempat penyimpanan kor. Kor-nya isolasi. Kami isolasi kan dalamnya ada lubang," katanya.

Ia menduga kebakaran dipicu oleh korsleting listrik di area penyimpanan core tersebut. Dalam waktu singkat, api langsung merembet ke seluruh bagian pabrik.

  • Kebakaran bermula sekitar pukul 18.00 WIB
  • Api membesar dalam waktu kurang dari 10 menit
  • Lokasi awal di gudang penyimpanan core
  • Tidak ada korban jiwa, seluruh karyawan berhasil keluar
  • Luas area terdampak diperkirakan mencapai 2 hektare

Petugas Damkar Kerahkan Robot Pemadam

Pantauan SURYA.co.id di lokasi sekitar pukul 20.02 WIB, api masih terlihat berkobar besar di antara tumpukan material produksi.

Puluhan petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya dikerahkan untuk memadamkan api dari berbagai sisi.

Selain itu, petugas juga mengoperasikan robot atau tank pemadam tanpa awak untuk menjangkau titik api di dalam bangunan yang bersuhu sangat panas.

Kepala DPKP Kota Surabaya, Laksita Rini, turut memantau langsung proses pemadaman dari area depan pintu utama pabrik.

Sejumlah kendaraan pemadam kebakaran berbagai jenis juga terlihat berjajar di sepanjang jalan depan lokasi, untuk mendukung proses pemadaman yang masih berlangsung.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved