Sabtu, 2 Mei 2026

Rekrutmen Penjangkauan Siswa Sekolah Rakyat Dimulai, Bisa Daftar ke Dinsos Setempat

Penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat untuk Tahun Ajaran 2026/2027 mulai dilakukan di Jawa Timur. 

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Titis Jati Permata
Surya.co.id/Habibur Rohman
ASRAMA SEKOLAH RAKYAT - Suasana Asrama Sekolah Rakyat (SR) Surabaya yang berada di area kompleks Kampus II Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Lidah Wetan Surabaya., Kamis (15/1/2026). Penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat untuk Tahun Ajaran 2026/2027 mulai dilakukan di Jawa Timur. 

Ringkasan Berita:
  • Pemprov Jatim mulai penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026/2027, khusus untuk keluarga desil 1 dan 2 DTSEN.
  • Saat ini ada 2.450 siswa di 26 lokasi rintisan, dan 19 sekolah permanen sedang dibangun dengan target 19.000 siswa.
  • Program disinergikan dengan pengentasan kemiskinan, memberi dukungan ekonomi bagi orang tua siswa agar kesejahteraan keluarga meningkat.  

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat untuk Tahun Ajaran 2026/2027 mulai dilakukan di Jawa Timur. 

Meski sistem perekrutan dilakukan secara aktif melalui penjangkauan dari atas ke bawah, namun pemerintah tetap membuka kesempatan bagi orang tua yang ingin secara proaktif atau jemput bola mendaftarkan anaknya agar bisa sekolah di sekolah rakyat. 

Syarat Calon Siswa Sekolah Rakyat

Kepala Dinas Sosial Jawa Timur, Restu Novy Widiani, menegaskan masyarakat yang termasuk dalam desil 1 dan desil 2 Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dapat mendatangi Dinas Sosial kabupaten/kota setempat untuk mendaftarkan anaknya sebagai calon siswa Sekolah Rakyat.

Baca juga: DPRD Jatim Soroti Pendidikan, Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru 

“Syarat utamanya adalah masuk dalam desil 1 atau desil 2 DTSEN. Pendaftaran dilakukan di Dinas Sosial setempat. Setelah itu, akan dilakukan verifikasi data. Jika seseorang mengaku berasal dari keluarga tak mampu yang masuk kategori tersebut, maka datanya akan dicocokkan,” jelas Restu kepada SURYA.co.id,

BPS Ikut Dilibatkan

Jika data yang bersangkutan tidak sesuai atau misalnya ternyata belum termasuk di data, maka akan dilakukan ground check oleh Dinas Sosial bersama Badan Pusat Statistik (BPS).

BPS dilibatkan karena yang membuat keputusan akhir terkait status keluarga ditentukan BPS.

“Apabila setelah verifikasi terbukti masuk kategori desil 1 atau 2, maka datanya akan disesuaikan dan yang bersangkutan berhak dapat program Sekolah Rakyat,” imbuhnya.

Restu menegaskan, tidak ada syarat lain selain administrasi. Tidak ada tes kompetensi maupun tes akademik. 

Calon siswa hanya perlu memenuhi kriteria desil 1 atau 2, memiliki minat untuk bersekolah, serta mengikuti pemeriksaan kesehatan yang disediakan secara gratis.

26 Lokasi Sekolah Rakyat Rintisan

Saat ini, tercatat sebanyak telah ada 2.450 siswa telah belajar di 26 lokasi sekolah rakyat rintisan. 

Saat ini pemerintah pusat juga tengah menyiapkan 19 lokasi Sekolah Rakyat permanen di Jatim yang sedang on progress dibangun Kementerian Pekerjaan Umum.

“Targetnya selesai di tahun ajaran baru 2026/2027. Kalau sudah jadi, setiap titik ada 1.000 siswa. Kalau 19 titik akan ada 19.000 siswa Jatim dari desil 1 dan 2 yang bisa menjadi penerima program Sekolah Rakyat,” tegasnya.

Minat Belajar di Sekolah Rakyat Meningkat

Lebih lanjut Novi menegaskan, minat masyarakat untuk belajar di Sekolah Rakyat tahun ini meningkat. 

Jika pada tahun sebelumnya masih banyak masyarakat yang ragu, kini tingkat kepercayaan dan minat sudah meningkat signifikan.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved