Jumat, 24 April 2026

Pabrik Melamin di KEK JIIPE Gresik, Dorong Efisiensi Operasional dan Keberlanjutan Industri

Pabrik melamin senilai 600 juta dolar AS segera hadir di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE Gresik.

Penulis: Sugiyono | Editor: Titis Jati Permata
istimewa/KEK JIIPE
KEK JIIPE - Suasana round breaking pabrik melamin yang dikembangkan PT Golden Elephant (GEABH) di KEK JIIPE Gresik, Rabu (9/4/2026). Pembangunan ini memperkuat struktur industri kimia nasional dan mendorong pengembangan industri rendah emisi di Indonesia. 

Ringkasan Berita:
  • Pabrik melamin senilai US$ 600 juta dibangun di KEK JIIPE Gresik, memperkuat industri kimia nasional dan mendorong pengembangan industri rendah emisi.
  • Proyek terintegrasi dari hulu ke hilir ini dikembangkan PT Golden Elephant, dengan teknologi sirkular yang efisien energi hingga 30 persen lebih rendah dari standar global.
  • Fasilitas diproyeksikan menciptakan lebih dari 1.000 lapangan kerja dan memperkuat daya saing ekonomi Jawa Timur serta kerja sama Indonesia–Tiongkok.

 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Pabrik melamin senilai 600 juta dolar AS segera hadir di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE Gresik.

Pabrik ini akan memperkuat pondasi industri kimia nasional sekaligus mendorong lahirnya ekosistem industri rendah emisi di Indonesia.

Direktur Utama PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS), selaku pengelola KEK JIIPE Gresik, Bambang Soetiono, menyebut keunggulan KEK JIIPE terletak pada integrasi kawasan yang mendukung efisiensi operasional dan keberlanjutan industri.

Baca juga: Ingin Jadi Pegawai Negeri, 9 Orang di Gresik Kena Tipu SK ASN Palsu dengan Harga Ratusan Juta

“KEK JIIPE dirancang untuk mendukung rantai nilai industri secara end-to-end. Mulai dari ketersediaan bahan baku, infrastruktur, hingga konektivitas logistik. Hal ini memungkinkan efisiensi yang lebih tinggi, sekaligus memperkuat daya saing industri secara berkelanjutan,” kata Bambang Soetiono, dalam rilisnya dikutip SURYA.co.id, Rabu (9/4/2026). 

Terintegrasi dari Hulu ke Hilir

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, menambahkan, proyek yang dikembangkan PT Golden Elephant (GEABH), merupakan salah satu fasilitas melamin terbesar di dunia dan dirancang terintegrasi dari hulu hingga hilir. 

Mulai dari pengolahan gas alam menjadi amonia, urea, hingga melamin.

Oleh karena itu, pembangunan fasilitas tersebut menjadi bagian dari strategi nasional dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya domestik, sekaligus memperkuat daya saing industri.

Industri Berbasis Sumber Daya Alam

Pengembangan proyek ini sejalan dengan upaya Pemerintah dalam memperkuat  industri berbasis sumber daya alam, sekaligus mendukung transisi menuju industri yang lebih efisien dan berkelanjutan.

“Pengembangan industri melamin di Gresik merupakan langkah strategis dalam memperkuat hilirisasi nasional. Kami mengapresiasi peran KEK Gresik dalam menyediakan ekosistem industri terintegrasi yang mampu menarik investasi berskala besar dan berkualitas tinggi,” kata Airlangga.

Dukungan Teknologi Terbaru

Begitu juga disampaikan Chairman Golden Elephant (GESC), Lei Lin, mengatakan, proyek ini mengusung pendekatan industri kimia berbasis ekonomi sirkular, dengan dukungan teknologi proses generasi terbaru.

Menurut Lei Lin, penerapan teknologi tersebut memungkinkan efisiensi energi hingga 30 persen lebih rendah dibandingkan standar industri global, serta optimalisasi pemanfaatan produk samping melalui proses daur ulang, sehingga mendukung pengembangan industri kimia rendah karbon.

“Kami melihat KEK JIIPE sebagai kawasan strategis untuk menghadirkan rantai industri kimia terintegrasi berbasis ekonomi sirkular di Indonesia. Proyek ini tidak hanya memperkuat pasokan industri dalam negeri, tetapi juga mendorong transfer teknologi dan kerja sama industri lintas negara,” kata Lei Lin.

Sedangkan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, menilai, proyek ini akan memperkuat ketahanan industri kimia serta menjadi tonggak penting dalam kerja sama ekonomi kedua negara.

“Pengembangan rantai industri melamin di JIIPE akan memperkuat pasokan produk kimia strategis, mendukung industrialisasi Indonesia, serta memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi regional,” kata Wang Lutong.

Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved