Haru Penjual Cilok di Gresik Terima Bantuan Mensos, Anak Bisa Sekolah Gratis
Penjual cilok di Gresik Jatim terharu dapat bantuan dari Mensos. Program Sekolah Rakyat bantu pendidikan dan ekonomi keluarga miskin.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- Penjual cilok di Gresik, Jawa Timur (Jatim), terharu menerima bantuan usaha dari Kementerian Sosial.
- Program Sekolah Rakyat memberi pendidikan gratis bagi anak dari keluarga miskin.
- Pemerintah dorong pemutakhiran data DTSEN untuk penyaluran bantuan tepat sasaran.
SURYA.CO.ID, GRESIK – Sulaiman, wali murid Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik di Jawa Timur (Jatim), tak mampu menyembunyikan rasa harunya setelah menerima bantuan usaha dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Sehari-hari, Sulaiman berjualan cilok demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, dan Wakil Bupati Gresik dr Asluchul Alif di Aula Mandala Bhakti Praja.
"Tidak menyangka, sangat membantu sekali, setiap hari jualan cilok di depan minimarket," ujar Sulaiman pada Senin (30/3/2026).
Perjuangan Jualan Cilok Demi Pendidikan Anak
Setiap hari, Sulaiman berangkat dari rumahnya di Desa Wadak menuju sebuah minimarket di kawasan Duduksampeyan, Gresik. Ia menempuh jarak sekitar 6 kilometer untuk berjualan.
Keinginannya agar sang anak mendapatkan pendidikan layak, kini terwujud melalui program Sekolah Rakyat.
Sulaiman termasuk dalam kategori keluarga Desil 1, sehingga berhak mendapatkan pendidikan gratis tanpa biaya.
Bantuan untuk Puluhan Wali Murid
Dalam kegiatan tersebut, Mensos yang akrab disapa Gus Ipul juga menyalurkan bantuan kewirausahaan kepada 75 orang tua siswa SRMA 37 Gresik.
Total bantuan mencapai Rp 391.853.366 dan diserahkan secara simbolis kepada lima perwakilan wali murid.
Acara juga dimeriahkan penampilan siswa, mulai dari paduan suara, pembacaan puisi, hingga pidato dalam empat bahasa: Inggris, Arab, Tagalog dan Prancis.
- 75 wali murid menerima bantuan usaha
- Total bantuan Rp 391 juta lebih
- Fokus pada keluarga Desil 1 dan 2
- Dukungan pendidikan dan ekonomi keluarga
Sekolah Rakyat Jadi Model Pengentasan Kemiskinan
Gus Ipul menegaskan, Sekolah Rakyat dirancang khusus untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk dalam Desil 1 dan 2 DTSEN.
"Mereka yang sekolah di Sekolah Rakyat adalah mereka yang ada di desil 1, desil 2 DTSEN. Tidak boleh yang lain-lain," ujar Gus Ipul.
Menurutnya, program ini menjadi model pengentasan kemiskinan karena tidak hanya menyasar pendidikan anak, tetapi juga pemberdayaan orang tua.
"Sekolah ini anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan, rumahnya dibantu supaya lebih layak huni, mendapatkan bansos lengkap," jelasnya.
Pentingnya Pemutakhiran Data Sosial
bantuan sosial
Sekolah Rakyat
Gresik
Kemensos
Gus Ipul
DTSEN
kemiskinan
pendidikan gratis
Berita Gresik Terkini
berita Gresik terbaru
berita gresik hari ini
Meaningful
Multiangle
SRMA 37
| TKA 2026 Surabaya Resmi Digelar April, Dindik: Bukan Penentu Kelulusan Siswa |
|
|---|
| Persebaya vs Persita: Bernardo Tavares Akui Lawan Sedang Percaya Diri Tinggi |
|
|---|
| DPRD Jatim Minta ASN Gunakan TransJatim Saat Berangkat Kerja untuk Efisiensi Energi |
|
|---|
| Sosok Sertu Ichwan Prajurit TNI yang Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon, Punya Bayi 7 Bulan |
|
|---|
| 2.758 Jemaah Haji Lamongan Ikuti Manasik, Terbanyak Kedua di Jatim |
|
|---|
