Proyek Kereta Urban Surabaya: Tarif, Subsidi hingga Jenis Moda Masih Dikaji
Pemkot Surabaya masih mengkaji tarif dan subsidi kereta urban agar tetap terjangkau tanpa membebani APBD.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- Pemkot Surabaya masih mengkaji tarif dan skema subsidi kereta urban berbasis rel.
- Penentuan tarif mempertimbangkan kemampuan dan kemauan masyarakat membayar.
- Opsi moda masih dibahas, termasuk LRT dan kereta gantung yang dinilai lebih efisien.
SURYA.CO.ID, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya di Jawa Timur (Jatim) masih mengkaji pengoperasian kereta urban berbasis rel di kawasan Surabaya Raya. Salah satu fokus utama adalah penentuan tarif dan skema subsidi agar tetap terjangkau bagi masyarakat.
Kajian Tarif dan Subsidi Masih Berlangsung
Kepala Bappeda Surabaya, Irvan Wahyudrajat, mengatakan penentuan tarif belum final karena masih menunggu hasil kajian menyeluruh, termasuk potensi subsidi dari pemerintah.
“Masalah tarif nanti ada kajian khusus mengenai ability to pay dan willingness to pay. Jadi dua kajian itu harus diselesaikan dulu setelah nilai investasi proyek ini final, karena saat ini masih belum final,” kata Irvan, Senin (30/3/2026).
- Ability to pay (kemampuan masyarakat membayar)
- Willingness to pay (kemauan masyarakat membayar)
Hasil kajian ini, akan menjadi dasar penentuan tarif sekaligus besaran subsidi yang harus disiapkan pemerintah.
Baca juga: Proyek Kereta Urban Surabaya Gandeng Inggris, Eri Cahyadi: Tarif Dijaga Tetap Murah
Subsidi Disesuaikan Kemampuan APBD
Pemkot Surabaya menegaskan, subsidi akan dihitung secara hati-hati agar tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kalau subsidi tergantung kemampuan daerah untuk mensubsidi. Itu nanti akan menentukan proporsi yang ideal supaya tidak memberatkan APBD,” ujarnya.
Opsi Moda: LRT hingga Kereta Gantung
Selain tarif, pemerintah bersama konsultan dari Inggris masih mengkaji jenis moda transportasi yang akan digunakan. Beberapa opsi yang dipertimbangkan antara lain:
- Light Rail Transit (LRT) konvensional
- Kereta gantung (suspended rail)
Menurut Irvan, moda yang dipilih harus memenuhi kriteria biaya pembangunan paling efisien, biaya operasional rendah, serta layak secara teknis dan ekonomi.
“Ada beberapa jenis LRT, nanti yang dipilih yang paling murah dan biaya operasionalnya paling efisien serta paling layak,” katanya.
Integrasi Surabaya Raya Jadi Prioritas
Proyek kereta urban ini, dirancang sebagai bagian dari pengembangan transportasi massal terintegrasi di kawasan Surabaya Raya, termasuk koneksi dengan Sidoarjo dan Gresik.
Namun hingga kini, nilai investasi proyek masih dalam tahap kajian karena mempertimbangkan berbagai opsi teknologi dan jalur.
Pemkot Surabaya berharap, proyek ini dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan, sekaligus meningkatkan mobilitas warga di wilayah aglomerasi.
kereta urban Surabaya
Irvan Wahyudrajat
Transportasi Surabaya
Surabaya
Berita Surabaya Terkini
berita Surabaya terbaru
Berita Surabaya hari ini
Meaningful
Multiangle
LRT
kereta gantung
transportasi publik
| KPK Temukan Bukti Baru Kasus Suap Bea Cukai Usai Crazy Rich Semarang Heri Black Diperiksa |
|
|---|
| Pencuri Pecah Kaca Mobil Toyota Fortuner Banyuwangi Terekam CCTV, Curi Tas Berisi Uang Ratusan Juta |
|
|---|
| Polemik LCC Empat Pilar Berakhir: MPR RI Resmi Batalkan Lomba Ulang |
|
|---|
| Usai Insiden Kebakaran, RSUD dr Soetomo Pastikan Pelayanan Jantung Tak Pernah Terhenti |
|
|---|
| Tampang Maling Motor di Mulyorejo Utara Terekam CCTV, Motor untuk Jualan Skincare Digondol |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Irvan-Wahyudrajat-3032026.jpg)