Selasa, 21 April 2026

Sekolah Daring Batal Dilakukan, DPRD Jatim Beri Apresiasi

Keputusan pemerintah membatalkan rencana sekolah daring di tengah penghematan BBM, mendapat apresiasi dari DPRD Jatim. 

Surya.co.id/Habibur Rohman
BATAL DARING - Suasana pendidikan dan penyaluran minat serta bakat di Sekolah Rakyat (SR) Surabaya yang berada di area kompleks Kampus II Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Lidah Wetan Surabaya, Kamis (15/1/2026). Keputusan pemerintah yang membatalkan rencana sekolah daring di tengah penghematan BBM, mendapat apresiasi dari DPRD Jatim. 

Ringkasan Berita:
  • DPRD Jatim mengapresiasi keputusan pemerintah yang tetap memprioritaskan pembelajaran tatap muka meski ada wacana efisiensi BBM.
  • Tatap muka dinilai penting untuk membentuk karakter, etika, dan kualitas SDM Jawa Timur.
  • DPRD menekankan perlunya peningkatan kualitas guru, pemerataan sarana, serta kurikulum adaptif agar kebijakan berdampak nyata.

 

SURYA.co.id, SURABAYA - Keputusan pemerintah yang membatalkan rencana sekolah daring di tengah penghematan BBM, mendapat apresiasi dari DPRD Jatim

Legislator di Jawa Timur setuju sebab bagaimanapun pembelajaran tatap muka harus tetap dilakukan guna mengefektifkan pendidikan. 

Pertahankan Pertemuan Tatap Muka

Sebelumnya, wacana kegiatan belajar mengajar bagi siswa sekolah mulai April 2026 sempat mencuat sebagai bagian dari kebijakan efisiensi atau strategi penghematan energi yang tengah dikaji pemerintah.

Baca juga: Pembelajaran Daring Jadi Opsi Saat WFH, Ini Kata Pakar Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surabaya

Namun, belakangan pemerintah memutuskan untuk tetap mempertahankan tatap muka. 

"Saya memandang bahwa keputusan pemerintah untuk tetap memprioritaskan pembelajaran tatap muka adalah langkah strategis dalam menentukan arah masa depan pendidikan dan kualitas sumber daya manusia di Jawa Timur," kata Anggota Komisi E DPRD Jatim Suli Da'im kepada SURYA.co.id, Kamis (26/3/2026). 

Siapkan Generasi Unggul Jawa Timur

Suli mengapresiasi pemerintah yang telah mendengar aspirasi masyarakat, pasca wacana ini bergulir.

Lebih dari itu, keputusan ini dinilai harus dilihat sebagai bagian dari upaya besar dalam menyiapkan generasi unggul Jawa Timur yang tidak hanya cerdas secara akademik, namun juga kuat secara karakter dan mental.

Tanamkan Nilai Kedisiplinan Hingga Tanggung Jawab

Menurut Suli, pembelajaran tatap muka bukan sekadar metode pendidikan, melainkan instrumen pembentukan peradaban.

Interaksi langsung antara guru dan siswa adalah ruang utama untuk menanamkan nilai disiplin, etika, kepemimpinan, dan tanggung jawab. Ini menjadi pondasi utama pembangunan SDM. 

"Jika ingin melompat lebih jauh dalam persaingan nasional maupun global, maka kualitas pendidikan tidak boleh dikompromikan. Ketergantungan berlebihan pada pembelajaran daring berpotensi menciptakan kesenjangan kualitas SDM, terutama bagi daerah yang memiliki keterbatasan akses dan fasilitas," jelasnya. 

Kebijakan Pendidikan Tentukan Masa Depan

Lebih jauh, politisi kawakan ini memandang, masa depan generasi mendatang sangat ditentukan oleh kebijakan pendidikan hari ini.

Sebab jika proses pembelajaran tidak optimal, maka yang kita pertaruhkan bukan hanya kualitas lulusan, tetapi juga daya saing daerah dalam jangka panjang.

"Oleh karena itu, kami menegaskan bahwa pembelajaran tatap muka harus menjadi arus utama dalam sistem pendidikan, dengan tetap menjadikan pembelajaran daring sebagai opsi darurat dalam situasi luar biasa seperti pandemi," ungkap Suli yang merupakan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut. 

Tingkatkan Kualitas SDM

Meski demikian, Suli tetap mengingatkan, kebijakan pemerintah pusat tersebut diikuti dengan peningkatan kualitas guru, pemerataan sarana prasarana pendidikan, serta penguatan kurikulum yang adaptif terhadap tantangan zaman. Kebijakan ini harus dikawal bersama. 

"Komisi E akan memastikan kebijakan pendidikan tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas SDM Jawa Timur. Pendidikan bukan hanya urusan hari ini tetapi tentang menentukan masa depan Jawa Timur," ucap Suli. 

BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved