Sabtu, 11 April 2026

GM Ciputra Andreas Raditya Riset Kolaborasi Human-AI di UC Surabaya

Penasaran cara AI dongkrak kinerja? Simak riset doktor GM Ciputra Andreas Raditya di UC Surabaya.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Cak Sur
istimewa/Dokumen pribadi
RISET - General Manager Marketing Ciputra Group, Andreas Raditya Wicaksono, S.T., M.M. kini menempuh Program Doktor Manajemen & Entrepreneurship di Universitas Ciputra (UC) Surabaya dengan fokus riset kolaborasi human–AI dalam meningkatkan kinerja organisasi. 

Ringkasan Berita:
  • Andreas Raditya Wicaksono, GM Marketing Ciputra Group, menempuh Program Doktor di UC Surabaya.
  • Fokus riset mendalami kolaborasi Human-AI (Collaborative Intelligence) untuk meningkatkan kinerja organisasi.
  • Implementasi AI terbukti meningkatkan produktivitas konten digital dari satu menjadi tiga konten per hari.

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Lebih dari dua dekade berkiprah di industri properti nasional, Andreas Raditya Wicaksono, S.T., M.M. terus memperkuat kapasitasnya sebagai pemimpin strategis. 

General Manager Marketing di Ciputra Group ini, sekarang menempuh Program Doktor Manajemen & Entrepreneurship di Universitas Ciputra (UC) Surabaya.

Andreas fokus pada riset kolaborasi human–AI dalam meningkatkan kinerja organisasi. 

Berlatar belakang Sarjana Teknik Arsitektur dari ITS, ia memulai kariernya dari sisi teknis, sebelum dipercaya memimpin strategi pemasaran di raksasa properti tersebut.

Pandemi Covid-19 menjadi titik balik bagi Andreas untuk melakukan upgrade pengetahuan. Setelah menyelesaikan Magister Manajemen di UC pada 2022, ia kini melangkah ke jenjang doktoral untuk membedah fenomena kecerdasan buatan (AI) di dunia kerja.

Strategi Collaborative Intelligence di Ciputra Group

Andreas melihat perubahan besar dunia kerja di era AI sebagai medan baru yang strategis. 

Ia ingin meneliti seberapa efektif manusia berkolaborasi dengan teknologi, untuk mencapai performa maksimal perusahaan.

  • Organizational Culture: Membangun budaya kerja yang adaptif terhadap teknologi baru.
  • Leadership Support: Dukungan kepemimpinan dalam transisi digital.
  • Digital Literacy: Kecakapan karyawan dalam mengoperasikan perangkat kecerdasan buatan.
  • Employee Engagement: Keterlibatan karyawan yang dimediasi oleh Conversational Intelligence (C-IQ).

"Tujuan akhirnya meningkatkan kualitas perusahaan. Karena riset saya dilakukan di perusahaan sendiri, dampaknya bisa langsung terasa dalam inovasi dan produktivitas," ujar Andreas, Senin (16/3/2026).

AI Tingkatkan Produktivitas Konten Tiga Kali Lipat

Implementasi AI telah ia terapkan dalam strategi pemasaran, mulai dari pengolahan data hingga produksi konten digital. 

Andreas mengungkapkan, efisiensi yang sangat signifikan dalam operasional harian timnya.

"Kalau dulu satu konten bisa tiga hari, sekarang satu hari bisa tiga konten. Pembuatan image, video, avatar hingga eksekusi sudah AI-based oriented," tuturnya.

Hal ini membuktikan, bahwa human and AI collaboration mampu melipatgandakan kapabilitas karyawan secara terukur.

Meski berkantor di Ciputra World Jakarta, Andreas merasa terbantu dengan sistem perkuliahan hybrid di UC Surabaya

Fleksibilitas konsultasi dengan promotor, memudahkannya menyeimbangkan peran sebagai eksekutif dan mahasiswa doktoral.

Tren Pendidikan Doktor untuk Praktisi

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved