Waspada! Modus Penipuan WhatsApp dan SMS Marak Jelang Lebaran, Ini Kata Pakar Untag
Pakar Untag ingatkan masyarakat waspada penipuan digital lewat WhatsApp dan SMS jelang Lebaran. ⚠️????
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Wiwit Purwanto
Ringkasan Berita:
- Pakar Untag Surabaya ingatkan masyarakat waspada penipuan digital lewat WhatsApp dan SMS jelang Lebaran.
- Transaksi digital meningkat saat Ramadan, masyarakat diminta waspada tautan dan file APK mencurigakan.
- Pakar Untag minta warga tak membagikan OTP, PIN, atau password karena rawan disalahgunakan penipu.
SURYA.co.id Surabaya — Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang marak menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Peningkatan aktivitas transaksi digital dan komunikasi selama Ramadan hingga Lebaran kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk menipu korban.
Pakar Teknologi Informasi dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat, mengatakan pelaku penipuan kini semakin kreatif dalam menjalankan aksinya, terutama melalui pesan WhatsApp maupun SMS yang berisi informasi mendesak.
Modus Penipuan Makin Kreatif
“Modus penipuan sekarang semakin kreatif. Pelaku sering membuat situasi seolah-olah darurat agar korban panik dan langsung mengikuti instruksi,” ujar Supangat, Senin (9/3/2026).
Pria yang juga Wakil Rektor II Untag Surabaya ini mengungkapkan banyak korban tertipu karena terburu-buru merespons pesan tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap nomor pengirim.
Baca juga: IM3 Rilis SATSPAM+ di Surabaya, Tangkal Penipuan WhatsApp Call saat Ramadan
Karena itu, masyarakat disarankan memanfaatkan aplikasi identifikasi nomor seperti Getcontact atau Truecaller untuk mengetahui apakah nomor tertentu pernah dilaporkan sebagai penipu oleh pengguna lain.
“Jika nomor tersebut banyak ditandai sebagai penipu, sebaiknya segera diblokir,” katanya.
Supangat juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengunduh file berformat APK atau mengklik tautan dari nomor yang tidak dikenal. Cara tersebut kerap digunakan pelaku untuk mengambil alih perangkat atau mencuri data pribadi korban.
Baca juga: Charoen Pokphand Indonesia Bongkar Modus Penipu di WhatsApp: Jangan Tergiur Harga Murah
Selain itu, masyarakat diminta menjaga kerahasiaan data penting seperti kode OTP, PIN, maupun kata sandi akun. Ia menegaskan lembaga resmi seperti bank maupun marketplace tidak pernah meminta data rahasia tersebut melalui pesan singkat atau aplikasi percakapan.
“Jika ada yang meminta OTP, PIN, atau password lewat pesan atau telepon, hampir bisa dipastikan itu penipuan,” ujarnya.
modus penipuan whatapp
penipuan lewat sms
Meaningful
surabaya.tribunnews.com
SURYA.co.id
Pakar Teknologi Informasi
| Sosok Mohamad Risal Wasal, Dirjen Intram Kemenhub yang Diperiksa KPK Soal Kasus Sudewo Atur Proyek |
|
|---|
| Kisah Kakek 90 Tahun di Lumajang Naik Haji: Dari Merumput ke Tanah Suci |
|
|---|
| Kronologi Pelajar SMP Tenggelam di Sungai Kedung Ireng Tuban, Polisi Ungkap Penyebab |
|
|---|
| Museum Marsinah di Nganjuk Segera Diresmikan Presiden Prabowo |
|
|---|
| Duduk Perkara Konflik Bisnis Jusuf Hamka vs Hary Tanoe Sejak 1999, Ganti Rugi Rp 531 M Plus Bunga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/waspada-penipuan-lewat-WA.jpg)