Sabtu, 11 April 2026

Sahur Berdarah di Gresik: 2 Pemuda Disabet Sajam Saat Patroli Antar Desa

Aksi patrol sahur di Gresik, Jawa Timur, berujung maut. Dua pemuda disabet senjata tajam usai cekcok bom air. Simak kronologinya di sini.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Cak Sur
istimewa
SAHUR BERDARAH DI GRESIK - Dua orang mengalami luka bacok dalam peristiwa sahur berdarah di Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Jumat (27/2/2026) dini hari. 

Ringkasan Berita:
  • Insiden pembacokan terjadi di Desa Campurejo, Panceng, Gresik, Jawa Timur pada Jumat (27/2/2026) pukul 00.30 WIB.
  • Dua korban yakni Wahyu Agung Pratama (luka perut) dan Moh. Ruhul Madani (luka sabetan) dilarikan ke rumah sakit.
  • Bentrokan dipicu oleh aksi saling lempar bom air antar kelompok pemuda saat melakukan patrol sahur.

 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Aksi patrol sahur yang seharusnya penuh kedamaian berubah menjadi tragedi berdarah di Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Jatim).

Dua pemuda asal Desa Campurejo menjadi korban pembacokan, setelah terlibat bentrokan dengan kelompok pemuda dari Desa Banyutengah.

Insiden maut ini terjadi pada Jumat (27/2/2026) dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB, tepatnya di depan sebuah kafe dan tempat biliar kawasan Desa Campurejo.

Identitas Korban dan Kondisi Terkini

Berdasarkan data yang dihimpun, kedua korban kini tengah menjalani perawatan intensif akibat luka senjata tajam yang cukup serius.

  • Wahyu Agung Pratama (24): Mengalami luka bacok di bagian perut dan dilarikan ke RS Ibnu Sina Gresik.
  • Moh. Ruhul Madani (25): Menjalani perawatan di Puskesmas Panceng akibat luka sabetan senjata tajam.

Kronologi Tawuran Bermula dari Bom Air

Kericuhan ini bermula saat rombongan pemuda Desa Campurejo melakukan kegiatan patrol sahur dan berpapasan dengan kelompok pemuda dari Desa Banyutengah.

Situasi memanas setelah kedua kelompok terlibat aksi saling lempar bom air yang kemudian berlanjut menjadi adu mulut hebat.

Meski kelompok pemuda Campurejo sempat mundur, para pemuda dari Desa Banyutengah justru mendatangi kembali lokasi hingga terjadi tawuran fisik.

Di tengah kericuhan tersebut, salah satu pelaku mengeluarkan senjata tajam dan membacok kedua korban secara membabi buta.

Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif

Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Arya Widjaya, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait insiden berdarah tersebut.

"Benar, saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan. Kami tengah memeriksa sejumlah saksi dan melakukan olah TKP," ujar AKP Arya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih memburu pelaku pembacokan yang identitasnya mulai teridentifikasi dari keterangan saksi-saksi di lokasi.

Tradisi Patrol Sahur di Gresik

Patrol sahur merupakan tradisi membangunkan warga untuk makan sahur menggunakan alat musik perkusi atau pengeras suara. .

Namun, di beberapa wilayah Kabupaten Gresik, kegiatan ini kerap menjadi titik gesekan antar kelompok pemuda desa jika tidak diawasi secara ketat.

Pihak kepolisian seringkali melakukan patroli skala besar selama bulan Ramadan untuk mengantisipasi potensi gesekan serupa, mengingat intensitas pertemuan antar pemuda di jam rawan sangat tinggi.

Imbauan untuk Masyarakat

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved