Selasa, 5 Mei 2026

Tertinggi Nasional, 132.364 Perusahaan Jatim Telah Terdaftar Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Total ada 132.364 perusahaan di Jawa Timur yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Titis Jati Permata
istimewa/Humas Pemprov Jatim
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi atas kepatuhan sektor usaha di Jawa Timur dalam regulasi perlindungan tenaga kerja, Kamis (26/2/2026). Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan RI, total ada 132.364 perusahaan di Jawa Timur yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. 

Ringkasan Berita:
  • Jawa Timur mencatat 132.364 perusahaan peserta BPJS Ketenagakerjaan. Angka ini terbanyak secara nasional, ungguli DKI Jakarta, Jateng, dan Jabar.
  • Gubernur Khofifah apresiasi kepatuhan sektor usaha, sebut capaian ini bukti komitmen perlindungan tenaga kerja dan iklim investasi kondusif.
  • Kontribusi Jatim setara 15 persen nasional, sekaligus menunjukkan peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi dengan ekosistem usaha sehat dan kompetitif.

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Upaya dan kerja kerja Pemprov Jawa Timur dalam mewujudkan lingkungan kerja yang sehat membuahkan hasil membanggakan. 

  • Data Kementerian Ketenagakerjaan RI, total ada 132.364 perusahaan di Jawa Timur yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
  • Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah perusahaan peserta BPJS Ketenagakerjaan terbanyak di Indonesia pada 2025.

Apresiasi untuk Sektor Usaha

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi atas kepatuhan sektor usaha di Jawa Timur dalam regulasi perlindungan tenaga kerja. 

Pasalnya, capaian tersebut menjadi indikator komitmen setiap perusahaan. 

Baca juga: Perjuangan Ali Muhaidhori 13 Tahun Jadi Guru Disabilitas Ingin Dapat BPJS Ketenagakerjaan

“Alhamdulillah, ini bukan hanya sekadar angka statistik, tetapi bukti nyata bahwa perusahaan-perusahaan di Jawa Timur taat aturan. Mereka juga taat dan memiliki kesadaran tinggi untuk memberikan perlindungan kepada para pekerjanya. Jadi ini benar-benar menggambarkan lingkungan kerja yang sehat,” ujar Khofifah kepada SURYA.co.id, Kamis (26/2/2026).

Ungguli DKI Jakarta

Angka 132.364 perusahaan dengan peserta BPJS Ketenagakerjaan terbanyak tersebut menempatkan Jawa Timur di peringkat pertama secara nasional.

Di mana, daerah ini mengungguli DKI Jakarta dengan 116.824 perusahaanya, Jawa Tengah dengan 107.420 perusahaanya, dan Jawa Barat dengan 98.029.

“Secara nasional, total perusahaan peserta program BPJS Ketenagakerjaan tercatat sebanyak 875.641 perusahaan. Dan Alhamdulillah Jawa Timur menyumbang angka terbanyak untuk itu,” jelas Khofifah.

Iklim Investasi Kondusif

Mantan Menteri Sosial RI itu menyebut, kontribusi perusahaan dalam menyediakan BPJS Ketenagakerjaan mencerminkan bertanggung jawab. 

Mengingat, perlindungan terhadap tenaga kerja merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem industri yang sehat dan kompetitif.

Selain itu, kepatuhan perusahaan juga menjadi salah satu indikator penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Sebab, setiap investor, baik domestik maupun global, membutuhkan kepastian hukum dan regulasi dalam mengambil keputusan bisnis.

“Ini menjadi nilai tambah bagi Jawa Timur dalam menarik investasi. Kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan menunjukkan bahwa ekosistem usaha kita stabil, tertib, dan memiliki payung hukum yang melindungi,” terangnya.

Motor Penggerak Ekonomi Nasional

Lebih lanjut, gubernur perempuan pertama Jawa Timur itu menjelaskan, prestasi ini menunjukkan posisi strategis Jawa Timur sebagai motor penggerak ekonomi nasional. 

Terlebih dengan sumbangan 15 persen perusahaan peserta program BPJS Ketenagakerjaan secara nasional. 

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved