Lima Kuliner dan Budaya Gresik Diganjar Sertifikat WBTBI, Ini Pesan Gubernur Jawa Timur
Wabup Alif sebut penetapan WBTBI ini bukan hanya kebanggaan bagi masyarakat Gresik, tetapi juga tanggung jawab besar.
Penulis: Sugiyono | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Gubernur Jatim Khofifah menyerahkan sertifikat WBTBI kepada Wabup Gresik Asluchul Alif. Sertifikat itu meliputi Kupat Keteg, Malem Selawe, Rebo Wekasan, Pasar Bandeng dan Pencak Macan.
- Wabup Alif menekankan pentingnya dukungan masyarakat serta pendidikan untuk melestarikan tradisi sebagai identitas Gresik dan Indonesia.
- Khofifah dorong budaya jadi sektor strategis pembangunan. Ia juga mengumumkan kenaikan tunjangan juru pelihara cagar budaya hingga Rp 1,5 juta.
SURYA.CO.ID, GRESIK - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyerahkan sertifikat penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) kepada Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif.
Kegiatan digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disaprbud) Jawa Timur di Taman Krida Budaya Kota Malang, dalam acara penyerahan apresiasi pelaku budaya, tambahan honorarium juru pelihara dan sertifikat WBTBI, Minggu (22/2/2026).
Berikut ini sertifikat WBTBI yang ditetapkan Kementerian Kebudayaan RI :
- Kupat Keteg
- Kegiatan Malem Selawe
- Rebo Wekasan
- Pasar Bandeng
- Pencak Macan
Butuh Dukungan Seluruh Warga Gresik
Atas pemberian sertifikat penetapan tersebut, Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam proses penetapan Kupat Keteg, Rebo Wekasan, Pasar Bandeng, Malem Selawe hingga Pencak Macan sebagai WBTBI.
Wabup Alif juga mengungkapkan, penetapan WBTBI ini bukan hanya kebanggaan bagi masyarakat Gresik, tetapi juga tanggung jawab besar.
Baca juga: Perang Sarung Jelang Sahur di Gresik, Polisi Amankan 2 Pelajar dan Balok Kayu
Dukungan dari semua elemen masyarakat sangat penting, untuk memastikan warisan ini tetap hidup dan berkembang di tengah kemajuan zaman.
"Penetapan ini menunjukkan betapa kaya dan beragamnya budaya, maupun kuliner khas yang ada di Kabupaten Gresik," kata Wabup Alif, dalam rilis Diskominfo Gresik, Minggu (22/2/2026).
Cinta Budaya Lokal Sejak Dini
Wabup Alif juga menekankan pentingnya menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini.
Ia berharap dunia pendidikan dapat mengambil peran aktif dalam mengenalkan sejarah, makna dan filosofi tradisi kepada generasi muda.
"Dengan ditetapkannya tradisi dan kuliner Gresik ini, diharapkan semakin dikenal luas dan tetap lestari sebagai bagian penting dari identitas Gresik, Jawa Timur dan Indonesia," katanya.
Jaga Keberlangsungan Tradisi
Sementara Gubernur Jatim Khofifah menegaskan, status WBTBI merupakan amanah moral untuk menjaga keberlangsungan tradisi agar tidak tergerus zaman.
"Warisan budaya tak benda adalah roh dari peradaban kita. Ia membentuk karakter, memperkuat identitas dan menjadi penuntun arah pembangunan," kata Khofifah.
Oleh karena itu, Khofifah mendorong, agar sektor kebudayaan ditempatkan sebagai bagian strategis dalam pembangunan daerah.
Menurut Khofifah, potensinya tidak hanya pada aspek pelestarian, tetapi juga dalam mendorong pariwisata, memperkuat ekonomi kreatif. Hingga memperluas diplomasi budaya di tingkat nasional dan internasional.
| Alasan Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Tolak Laga Arema FC Vs Persebaya: Kami Meragukan |
|
|---|
| Lirik Sholawat Badar Anak-Anak Lengkap Arab, Latin dan Artinya |
|
|---|
| PWI Jombang Berbagi Ilmu, Ajari Para Pelajar di Jombang Produksi Konten Positif |
|
|---|
| PDHI Galakkan Gerakan Makan Telur di Blitar: Dorong Peningkatan Gizi Nasional |
|
|---|
| Bacaan Shalawat Haji: Teks Arab, Latin dan Terjemahan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kepada-Bupati-Gresik-Asluchul-Alif-di-Taman-Krida-Budaya-Kota-Malang.jpg)