Minggu, 26 April 2026

Surabaya Jadi Pusat Percepatan Pendidikan Dokter Spesialis, 9 Program Baru Diluncurkan

Kemdiktisaintek RI meluncurkan sembilan program PPDS baru di Surabaya, percepat pemenuhan dokter spesialis dan pemerataan layanan kesehatan.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Adrianus Adhi
Surya.co.id
DOKTER SPESIALIS - Peluncuran tiga fakultas kedokteran di Surabaya resmi meluncurkan program pendidikan dokter spesialis (PPDS) di Kampus B Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Sabtu (20/2/2026). Peluncuran tersebut dihadiri para ketua yayasan, rektor, dan dekan dari tiga perguruan tinggi, serta dekan fakultas kedokteran pembina. 

Menurutnya, saat ini pembukaan program spesialis tidak lagi terpusat di Pulau Jawa. Sebanyak 11 provinsi baru, mayoritas di luar Jawa, untuk pertama kalinya membuka pendidikan dokter spesialis.

“Ini salah satu strategi untuk mengatasi distribusi tenaga medis, karena pendidikan spesialis kini tidak lagi terkonsentrasi di Pulau Jawa,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan semakin banyak rumah sakit dan perguruan tinggi yang dilibatkan dalam penyelenggaraan PPDS, tidak hanya perguruan tinggi negeri seperti sebelumnya.

Baca juga: Cara Atur Minum Saat Ramadan, Dokter di Surabaya Bagikan Pola Efektif Cegah Dehidrasi

Pemerintah juga membuka peluang bagi peserta dari berbagai daerah, dengan afirmasi bagi tenaga medis yang telah mengabdi di wilayah tertentu.

“Formasi tersedia bagi siapa saja melalui seleksi, namun ada afirmasi bagi mereka yang telah terbiasa mengabdi di daerah karena biasanya retensinya lebih baik,” jelasnya.

Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya, Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh menilai peluncuran bersama PPDS menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas layanan kesehatan nasional.

Ia menegaskan kolaborasi antarperguruan tinggi menunjukkan peran sentral institusi pendidikan dalam menjawab kebutuhan strategis bangsa.

“Kita menyadari Indonesia masih kekurangan dokter spesialis di berbagai bidang penting. Melalui pembukaan sembilan program PPDS ini, kami berkomitmen mempercepat pemenuhan tenaga dokter spesialis yang kompeten, beretika, dan siap mengabdi di seluruh wilayah Indonesia,” katanya.

Menurut Nuh, kolaborasi tersebut tidak sekadar menambah program pendidikan, tetapi juga merupakan gerakan bersama untuk memperkuat sistem kesehatan nasional, menghasilkan dokter spesialis yang unggul secara klinis, adaptif terhadap perkembangan teknologi medis, serta memiliki kepedulian sosial terhadap kebutuhan masyarakat.

Sumber: Surya
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved