Selasa, 28 April 2026

Jadwal Resmi Libur Sekolah Awal Ramadan 2026 di Jatim, Dindik: Siswa Wajib Ikut Program Ini

Simak jadwal lengkap libur sekolah awal puasa dan Lebaran 2026 di Jawa Timur. Dindik wajibkan siswa ikut Gerakan Ramadhan Pendidikan Berdampak

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Cak Sur
istimewa
RAPAT VIRTUAL - Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, dalam rapat koordinasi virtual yang dihadiri pejabat eselon III dan IV, ketua tim kerja, kepala bidang, kepala UPT, kepala cabang dinas, serta jajaran terkait, Rabu (18/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Dindik Jatim tetapkan libur awal puasa 16-22 Februari 2026 dan libur Lebaran 16-29 Maret 2026.
  • Program Gerakan Ramadhan Pendidikan Berdampak wajib dilaksanakan sekolah untuk cegah tawuran.
  • Kegiatan meliputi pesantren kilat, bakti sosial, hingga gerakan tanpa sampah plastik.

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) resmi merilis jadwal libur dan kegiatan belajar mengajar (KBM) selama bulan Ramadan 1447 H/2026 M.

Tidak hanya mengatur hari libur, Dindik Jatim juga mewajibkan seluruh SMA, SMK dan SLB melaksanakan "Gerakan Ramadhan Pendidikan Berdampak" untuk mencegah siswa bermalas-malasan dan terlibat aksi negatif.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai menegaskan, bulan puasa bukan alasan bagi dunia pendidikan untuk melambat. Justru, ini menjadi momentum emas untuk pembentukan karakter siswa melalui kegiatan yang terukur dan diawasi ketat.

Jadwal Libur Sekolah Ramadan 2026 di Jatim

Berdasarkan sosialisasi yang digelar pada Rabu (18/2/2026), berikut rincian jadwal aktivitas sekolah jenjang SMA/SMK/SLB di Jawa Timur:

  • 16–22 Februari 2026: Libur Permulaan Puasa (Awal Ramadan).
  • 23 Februari–15 Maret 2026: Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Efektif & Kegiatan Ramadan.
  • 16–29 Maret 2026: Libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
  • 30 Maret 2026: Siswa kembali masuk sekolah.

Cegah Tawuran dengan Kegiatan Produktif

Aries Agung Paewai menjelaskan, Gerakan Ramadhan Pendidikan Berdampak digagas dengan target spesifik: mengisi waktu luang siswa agar tidak terbuang percuma, apalagi digunakan untuk aksi kontraproduktif seperti tawuran atau perang sarung yang kerap marak saat bulan puasa.

"Ramadan bukan alasan untuk melambat. Justru ini momentum untuk meningkatkan kualitas diri, pelayanan, dan kinerja pendidikan," tegas Aries.

Gerakan ini menyasar ribuan sekolah di Jatim, meliputi 439 SMA negeri dan 1.083 swasta, serta 299 SMK negeri dan 1.868 swasta. Sekolah diminta minimal menyelenggarakan tiga kegiatan utama yang mencakup penguatan spiritual, produktivitas, kepedulian sosial, dan inovasi.

Daftar Kegiatan yang Wajib Ada di Sekolah

Sekolah diberikan keleluasaan berinovasi, namun Dindik Jatim memberikan panduan kegiatan yang bisa diadopsi:

  • Pesantren Kilat Tematik: Fokus pada penguatan karakter.
  • Proyek Berbasis Karya: Pembelajaran yang menghasilkan produk nyata.
  • Gerakan Bakti Sosial: Sedekah warga sekolah untuk warga sekitar.
  • Ramadan Tanpa Sampah Plastik: Kampanye lingkungan hidup saat berbuka puasa.
  • Program Guru Asuh: Pendampingan khusus bagi murid rentan.
  • Lomba Konten Edukatif: Mendorong kreativitas digital siswa.

Untuk aspek spiritual harian, Aries menginstruksikan adanya tadarus Alquran bersama hingga khatam, zikir 15-30 menit sebelum/sesudah KBM, serta salat berjamaah dengan kultum dari siswa atau guru.

"Seluruh kegiatan harus dilaksanakan tanpa mengganggu proses pembelajaran inti, tetap menjaga kedisiplinan, dan melibatkan orang tua secara proporsional," tambahnya.

Sebagai bentuk pengawasan, setiap sekolah wajib melaporkan dokumentasi dan dampak kegiatan ke Cabang Dinas masing-masing. "Inovasi terbaik akan kami publikasikan sebagai praktik baik di tingkat provinsi," pungkas Aries.

Duduk Perkara: Mengapa Program Ini Penting?

Langkah Dindik Jatim ini merespons tren tahunan di mana bulan Ramadan sering kali diwarnai dengan peningkatan kenakalan remaja di malam hari, seperti fenomena "perang sarung" yang berujung tawuran fisik. Dengan memadatkan kegiatan positif di sekolah (spiritual dan sosial), energi siswa diharapkan tersalurkan ke hal yang produktif.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved