Rabu, 29 April 2026

Warga Curhat pada Ketua Komisi A saat Reses di Perbatasan Surabaya-Gresik

Warga Surabaya yang berbatasan dengan Gresik di Jatim curhat kepada wakil rakyat di DPRD Surabaya

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Titis Jati Permata
istimewa
RESES - Ketua Komisi A dari Fraksi Gerindra Yona Bagus Widyatmoko saat menggelar reses di daerah perbatasan Surabaya Gresik, di Tambak Osowilangun, Surabaya, Sabtu (14/2/2026). Warga yang UMKM penjahit curhat mesin jahit hingga direalisasikan Yona. 

Ringkasan Berita:
  • Pelaku UMKM jahit di perbatasan Surabaya-Gresik, curhat kekurangan mesin pelubang kancing saat reses Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko.
  • Yona membantu dengan mesin jahit baru, serta menyerahkan bantuan terop, kursi, meja, dan mesin pemotong rumput untuk kegiatan warga.
  • Ia juga sosialisasikan pentingnya validitas Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar bantuan tepat sasaran.

 

SURYA.co.id, SURABAYA - Warga Surabaya yang berbatasan dengan Gresik di Jatim curhat kepada wakil rakyat di DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko.

Di hadapan Ketua Komisi A dari Fraksi Gerindra ini, mereka para pelaku UMKM jahit curhat susahnya bikin lubang kancing baju.

Warga di perbatasan itu kerap mendapat order konveksi. Mereka kesusahan saat banyak pesanan.

"UMKM jahit di sini kekurangan fasilitas," curhat Lailatul Rahimah, pelaku UMKM jahit, Sabtu (14/2/2026).

Warga Sampaikan Keluhan Terbuka

Kedatangan Yona yang politisi Gerindra dari Dapil Surabaya Barat itu dijadikan tempat curhat.

Menyampaikan suara, aspirasi, hingga keluhan warga disampaikan terbuka.

Baca juga: Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Sebut Program MBG akan Serap 8300 Tenaga Kerja Lokal

UMKM penjahit di Tambak Osowilangun itilu ada empat orang. Namun belum mencukupi fasilitasnya.

Yona yang paham kebutuhan warga tidak pakai lama membantu membelikan mesin jahit untuk melubangi kancing baju.

Belum Punya Mesin Pembuat Lubang Kancing

Menurut dia, selama ini kelompoknya sudah memiliki beberapa mesin jahit dan obras, namun belum mempunyai mesin khusus pembuat lubang kancing.

Hal itu membuat mereka harus keluar daerah untuk menyelesaikan pesanan.

“Kita masih punya mesin jahit hitam sama obras. Biasanya lubang kancing ke Gresik, Pak, satu kancing itu Rp1.000. Nanti alhamdulillah bisa dikerjakan di rumah sendiri,” katanya.

Empat orang penjahit pelaku UMKM itu berlokasi dalam satu RT. Mereka menerima berbagai pesanan, mulai dari seragam hingga permak pakaian.

Dia berharap ada bantuan Pemkot. Tapi belum terealisasi. Dengan dibantunya mesin Pelubang kancing baju sangat membantu warga.

“Sangat terbantu, alhamdulillah sangat. Selama ini dari pemerintah belum pernah dapat bantuan sama sekali. Jadi ini benar-benar membantu usaha kami,” ujarnya.

Pastikan Tak Tertinggal

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved