Mahasiswa Surabaya Viral Mengaku Dibegal, Sekarang Malah Diamankan Polisi
Mahasiswa di Surabaya viral mengaku dibegal secara sadis di MERR. Alih-alih mendapat simpati, justru harus berurusan dengan hukum
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- Mahasiswa Surabaya membuat laporan palsu dibegal di MERR demi menutupi fakta motornya dijual seharga Rp 7 juta.
- Uang hasil penjualan motor digunakan mahasiswa semester 14 itu untuk dugem, minuman keras dan kencan dengan wanita.
- Polisi membongkar kebohongan lewat rekaman CCTV dan menjeratnya dengan hukuman pidana laporan palsu.
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Drama seorang mahasiswa semester 14 di Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), yang mengaku menjadi korban begal sadis berakhir mengejutkan. Alih-alih mendapat simpati, KA (23) justru harus berurusan dengan hukum, usai sandiwaranya dibongkar oleh pihak kepolisian.
Awalnya, cerita KA sempat viral di media sosial. Ia mengaku kehilangan motor Honda Vario 125cc miliknya setelah dicegat komplotan penjahat di Jalan Ir Soekarno, MERR, Mulyorejo, Surabaya pada Senin (9/2/2026) malam.
Namun, hasil penyelidikan Unit Reskrim Polsek Mulyorejo menemukan fakta yang bertolak belakang.
Mahasiswa jurusan teknik informatika sebuah kampus swasta itu ternyata tidak pernah dibegal. Laporan yang ia buat hanyalah fiktif belaka untuk menutupi ketakutannya kepada orang tua.
Uang Habis untuk Foya-foya dan Wanita
Berdasarkan hasil pemeriksaan mendalam, KA akhirnya mengakui bahwa motornya tidak dirampas paksa. Motor tersebut sengaja ia jual kepada seseorang yang tidak dikenal sejak Jumat (23/1/2026) lalu. Motor kesayangannya itu dilepas dengan harga kisaran 7 juta rupiah.
Mirisnya, uang hasil penjualan motor tersebut tidak digunakan untuk kebutuhan kuliah, melainkan habis untuk kesenangan sesaat.
KA menggunakan uang itu untuk berfoya-foya di tempat hiburan malam, menenggak minuman keras, hingga menyewa jasa perempuan (kencan).
"Saya yang membuat cerita begal kemarin, tidak benar adanya. Saya mengarang cerita sedemikian rupa, karena saya takut dimarahi keluarga, karena duitnya saya pakai untuk foya-foya. Minum alkohol, minuman keras di klub malam, minum kencan," ujar KA dalam video pengakuannya yang diunggah di akun Instagram Kapolrestabes Surabaya, Kamis (12/2/2026).
Rasa takut dimarahi orang tua itulah yang mendorong KA nekat membuat laporan palsu, seolah-olah dirinya adalah korban kriminalitas jalanan.
CCTV Bongkar Kebohongan
Kebohongan KA mulai terendus berkat kejelian petugas kepolisian. Kanit Reskrim Polsek Mulyorejo Polrestabes Surabaya, AKP Djoko Soesanto mengungkapkan, pihaknya sudah menaruh curiga saat mendengar kesaksian KA di ruang pemeriksaan pada Selasa (10/2/2026).
Dalam laporannya, KA menyebut, para pelaku merampas motor beserta surat-surat kendaraan yang ada di dalamnya.
Polisi kemudian bergerak cepat melakukan olah TKP, memeriksa saksi di lokasi, dan mengecek rekaman CCTV.
Hasilnya nihil. Urutan kejadian yang diceritakan KA sama sekali tidak cocok dengan bukti di lapangan. Rekaman CCTV tidak menunjukkan adanya peristiwa pembegalan seperti yang didramatisir oleh KA.
"Dia datang engga bawa apa-apa. Informasinya, BPKB-nya ada di dalam jok, STNK-nya, di dalam tas. Kenapa kok engga diambil semua. Intinya kami mintai keterangan lagi dia. Lalu dia mengakui, karena kami lidik. Iya mungkin kesulitan menyembunyikan kebohongan," tegas AKP Djoko Soesanto saat dihubungi SURYA.co.id.
Terancam Pidana
Akibat ulahnya membuat keresahan dan membohongi aparat penegak hukum, KA kini telah diamankan oleh Tim Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya di kawasan Kecamatan Sawahan, Rabu (11/2/2026) malam.
Surabaya
Mahasiswa Surabaya
begal palsu surabaya
laporan palsu
kriminal Surabaya
Meaningful
Multiangle
| Dewan Komisaris PT BIMA Lakukan Kunjungan Monitoring Kinerja dan Evaluasi Operasional ke Makassar |
|
|---|
| Skenario Pembunuhan di Wonokusumo 4 Pelaku Bercelurit Lawan Satu Korban Tanpa Senjata |
|
|---|
| Beragam Cara Warga Kota Surabaya Hadapi El Nino Godzilla, Kipas Angin Mini Hingga Nongkrong di Cafe |
|
|---|
| Mensos Gus Ipul Pastikan Sekolah Rakyat Surabaya di Kedung Cowek Siap Beroperasi Juli 2026 |
|
|---|
| Logika di Balik Sindiran Pengacara Roy Suryo Soal Ijazah Jokowi, Benarkah Tak Perlu Lawyer? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/mahasiswa-surabaya-jatim-bikin-laporan-palsu-diamankan-polisi.jpg)