Dukung Program Gentengisasi Prabowo, Pemkot Surabaya Targetkan 3.242 Rutilahu pada 2026
Pemkot Surabaya memastikan siap mendukung program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Pemkot Surabaya mendukung program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
- Program ini selaras dengan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari Pemkot Surabaya, khususnya pada aspek perbaikan atap.
- Pemkot Surabaya tekankan pentingnya aspek keselamatan bangunan dalam setiap intervensi perbaikan rumah.
SURYA.co.id, SURABAYA - Pemkot Surabaya memastikan siap mendukung program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Program ini akan selaras dengan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari Pemkot Surabaya, khususnya pada aspek perbaikan atap.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Iman Kristian, mengatakan bahwa perbaikan atap selama ini menjadi salah satu fokus utama dalam program Rutilahu.
Karena itu, konsep gentengisasi dinilai sejalan dengan upaya peningkatan kualitas hunian warga.
“Pemkot Surabaya siap mendukung program gentengisasi Presiden Prabowo. Hal ini sejalan dengan perbaikan atap yang terus kami gagas melalui program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni,” kata Iman.
Data Perbaikan Rutilahu di Surabaya
Total perbaikan Rutilahu yang telah dilakukan Pemkot Surabaya
- Berdasarkan data DPRKPP, sejak 2019 hingga proyeksi 2026, total perbaikan Rutilahu mencapai 15.296 unit.
- Rinciannya, 12.228 unit bersumber dari APBD dan 3.068 unit dari non-APBD.
- Khusus tahun 2025, total penanganan mencapai 2.635 unit, sedangkan proyeksi 2026 ditargetkan 3.242 unit.
“Tiap tahunnya, target Rutilahu terus meningkat,” tandasnya.
Untuk perbaikan atap, Pemkot sejak lama telah beralih dari penggunaan material lama seperti asbes ke bahan yang lebih aman dan modern.
Pertimbangkan Kesehatan
Saat ini, atap rumah maupun sejumlah fasilitas milik Pemkot Surabaya sudah menggunakan material UPVC.
Penggunaan bahan selain asbes dalam program Rutilahu juga mempertimbangkan kesehatan. Material PVC dan UPVC dinilai lebih aman serta memiliki keunggulan teknis.
“Bahan ini secara konstruksi aman, ringan, pelaksanaannya cepat, serta bisa meredam panas dan bunyi. Secara tampilan pun lebih modern,” imbuhnya.
Menurut Iman, program gentengisasi ke depan diharap tetap perlu membuka ruang inovasi teknologi, sekaligus mempertimbangkan faktor risiko kebencanaan, karakter wilayah, kecepatan konstruksi, serta potensi pemberdayaan UMKM lokal. Bahan atap modern selain tanah liat layak dipertimbangkan.
“Kami siap mendukung. Kalau arahnya ingin tampilan seng menjadi genteng secara visual, itu bisa diwujudkan dengan material-material terbaru yang teknologinya sudah berkembang,” ujarnya.
Material Atap Lebih Ringan
Ia menambahkan, saat ini tersedia berbagai alternatif material atap yang lebih ringan dan unggul secara teknis, seperti zincalume dengan lapisan proteksi serta peredam panas dan bunyi, UPVC, hingga material transparan seperti solar tuff atau polycarbonate.
Beberapa material modern tersebut bahkan memiliki tampilan menyerupai genteng konvensional, namun dengan bobot jauh lebih ringan.
“Material UPVC itu secara visual tampilannya bisa seperti genteng juga. Jadi opsinya banyak,” katanya.
Aspek Keselamatan Bangunan
Iman juga menekankan pentingnya aspek keselamatan bangunan dalam setiap intervensi perbaikan rumah.
Genteng tanah liat maupun beton dinilai memiliki beban berat yang berpotensi meningkatkan risiko saat terjadi gempa.
“Kalau genteng tanah liat atau beton itu volumenya berat. Saat gempa, yang membahayakan adalah runtuhan bangunannya. Di beberapa daerah, bangunan ringan justru lebih disarankan karena risikonya lebih kecil,” jelasnya.
Program Gentengisasi Presiden Prabowo
Presiden RI Prabowo Subianto menggulirkan gagasan nasional bertajuk gentengisasi, yakni gerakan mengganti atap rumah dari seng menjadi genteng.
Program ini disebut sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hunian, memperindah permukiman, sekaligus memperkuat citra Indonesia di mata wisatawan mancanegara.
Seng dianggap membuat rumah terasa panas, mudah berkarat, dan mengurangi nilai estetika lingkungan. Selain itu, seng juga dinilai menjadi simbol degenerasi.
Prabowo menegaskan bahwa sulit mewujudkan wajah Indonesia yang indah jika atap rumah masih didominasi seng.
| Laka Maut Surabaya: Pemotor Tewas di Margomulyo Usai Salip Truk dari Kiri |
|
|---|
| Cara Live TikTok untuk Berjualan, Berikut 6 Tips agar Dagangan Cepat Laku dan Omzet Meroket |
|
|---|
| Jatim Raih Predikat Outstanding Province di National Governance Awards 2026, Koperasi Desa Diakui |
|
|---|
| World Taiji Day 2026 Surabaya Diramaikan 800 Peserta: Kini Mulai Digemari Anak Muda |
|
|---|
| Sindikat Penimbun Pertalite di Probolinggo Terbongkar: 3 Tahun Beraksi Gunakan Barcode Resmi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Pada-2026-Pemkot-menargetkan-dapat-memperbaiki-3242-unit-rumah.jpg)