Polemik Sampah Surabaya
Bawa Surabaya Jadi Percontohan Nasional, Begini Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
Dulu bau dan kumuh, kini sampah Surabaya disulap jadi listrik. Dari Benowo, Kota Pahlawan membuktikan sampah bisa jadi energi masa depan.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Putra Dewangga Candra Seta
Ringkasan Berita:
- Surabaya mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari menjadi listrik lewat PLTSa Benowo
- Volume sampah mencapai 1.800 ton per hari, mendorong rencana PLTSa kedua
- Dampak nyata dirasakan warga: lingkungan lebih bersih, bau berkurang, listrik ramah lingkungan
- Pemkot mengajak warga memilah sampah dari rumah demi Surabaya kota terbersih
SURYA.co.id – Setiap hari, Surabaya menghasilkan ribuan ton sampah.
Angkanya kini sudah menyentuh sekitar 1.800 ton per hari, jumlah yang bagi banyak kota bisa berubah menjadi mimpi buruk lingkungan.
Namun di Kota Pahlawan, gunungan sampah justru diolah menjadi berkah.
Alih-alih menumpuk dan mencemari udara, sampah kini menjadi sumber energi listrik yang menopang gaya hidup kota modern dan ramah lingkungan.
Transformasi ini mengubah cara pandang warga.
Tempat pembuangan akhir yang dulu identik dengan bau dan kumuh, kini menjadi simbol kebanggaan
Surabaya sebagai kota yang berani melangkah lebih maju dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.
Kesuksesan Benowo yang Mendunia
Jantung perubahan itu berada di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo.
Di lokasi ini, Surabaya menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang telah mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) atau Waste to Energy (WTE).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut capaian tersebut sebagai tonggak penting dalam sejarah pengelolaan sampah Surabaya.
“Alhamdulillah pengolahan sampah di Surabaya ini jadi percontohan,” kata Eri saat dikonfirmasi di Surabaya.
“Karena di tempat lain belum ada yang bisa menghasilkan listrik dari sampah. Hari ini kita sudah berjalan, dan insya Allah kita akan menambah satu lagi pengolahan listrik,” ujar mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu.
PLTSa Benowo kini mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik sekitar 9 megawatt (MW), menjadikan Surabaya rujukan nasional dalam pengolahan sampah menjadi energi.
Baca juga: Surabaya Jadi Percontohan Nasional Pengolahan Sampah, Siap Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Kedua
Mengapa Butuh PLTSa Kedua?
Meski sukses, tantangan ke depan tidak kecil. Volume sampah Surabaya terus meningkat seiring pertumbuhan kota dan aktivitas warganya.
Multiangle
Meaningful
Eksklusif
Surabaya
sampah
TPA Benowo
PLTSa
Eri Cahyadi
SURYA.co.id
surabaya.tribunnews.com
| Pemkot Surabaya Minta Warga Pilah Sampah Sejak dari Rumah |
|
|---|
| Waspada Ledakan Emisi Metana di Surabaya, Eri Irawan: Segera Pilah Sampah dari Rumah |
|
|---|
| 4 Fakta Surabaya Jadi Percontohan Nasional Pengolahan Sampah, Cak Eri Klaim Jalankan Waste to Energy |
|
|---|
| Aksi Siswa Surabaya Sudah Bergerak Kelola Sampah, Rutin Bersih Pantai |
|
|---|
| Surabaya Jadi Percontohan Nasional Pengolahan Sampah, Siap Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Kedua |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Bawa-Surabaya-Jadi-Percontohan-Nasional-Begini-Cara-Kerja-Pembangkit-Listrik-Tenaga-Sampah.jpg)