Rabu, 6 Mei 2026

Polemik Sampah Surabaya

Surabaya Bangun PLTSa Kedua, Sampah dari Gresik hingga Lamongan Ikut Diserap Demi Listrik 

PLTSa kedua Surabaya nantinya disebut bukan hanya akan menyerap sampah kota Surabaya, tapi juga sampah dari Gresik hingga Lamongan.

Tayang:
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Dyan Rekohadi
Surya.co.id/Tony Hermawan
WASTE to ENERGY - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Surabaya, Dedik Irianto optimistis Surabaya segera memiliki TPA baru berbasis PLTSa di Sumberrejo. 

Ringkasan Berita:
  • Surabaya kini bersiap membangun TPA berbasis waste to energy, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) kedua.
  • PLTSa kedua ini disebut bukan hanya akan menyerap sampah kota Surabaya, tapi juga sampah dari Gresik hingga Lamongan.
  • PLTSa di TPA baru di kawasan Sumberrejo ditargetkan mampu memproduksi hingga 20 megawatt.

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Surabaya kini bersiap membangun TPA berbasis waste to energy, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) kedua.

PLTSa kedua ini disebut bukan hanya akan menyerap sampah kota Surabaya, tapi juga sampah dari Gresik hingga Lamongan.

Mengapa sampai menyerap sampah dari kabupaten lain? sementara sampah di kota Surabaya masih meluber dan dikeluhkan di sejumlah TPS.

Rupanya, jika mengacu dari perhitungan lebihan pasokan limbah atau sampah per hari setelah dikurangi dari serapan untuk PTLSa pertama, masih tidak ideal untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) baru.

Baca juga: Warga Keluhkan Sejumlah Tempat Pembuangan dan Penampungan Sampah di Surabaya

Perhitungan Serapan Sampah Surabaya

Sebagai gambaran perhitungan serapan sampah atau limbah untuk PLTSa, di TPA Benowo, tumpukan sampah sejak tahun 2012 diubah oleh PT Sumber Organik menjadi sumber energi listrik bisa bekerja optimal dengan pasokan 1.000 ton sampah per hari yang harus stabil.

Setiap jumlah pasokan sampah dari aktivitas rumah tangga, warung kopi, restoran, dan hotel di Kota Pahlawan mencapai 1.500 hingga 1.600 ton per hari.

Dari jumlah itu, sekitar 1.000 ton diolah di TPA Benowo menjadi listrik, maka sisanya masih ada sekitar 600 ton sampah di kota Surabaya yang kinimasih nampak meluber di TPA dan menjadi beban penanganan.

Beban sisa sampah 600 ton itu akan diserap PLTSa yang baru , dan masih butuh pasokan 400 ton sampah lagi tiap harinya. 

Untuk mensiasati pasokan 400 ton sampah itu, maka sampah dari daerah sekitar, seperti Gresik dan Lamongan nantinya ikut ditampung PLTSa baru demi listrik.

“Supaya listriknya stabil, bahan bakunya juga harus stabil. Idealnya, 1.000 ton per hari terus masuk,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Surabaya, Dedik Irianto.

Baca juga: PLTSa Benowo Surabaya Sumbang Energi Bersih 166,1 GWh Sejak Beroperasi 2015

Pilihan Lokasi di Sumberrejo

TPA berbasis PLTSa kedua akan ini dibangun di kawasan Sumberrejo, di atas lahan seluas sekitar lima hektar.

Lokasi ini dipilih bukan hanya karena ketersediaan lahan, tetapi juga karena dekat dengan sumber air dan jaringan PLN. Dua faktor penting dalam operasional PLTSa.

Sumberrejo sebenarnya bukan pilihan pertama. 

Sebelumnya, Surabaya mengusulkan Donokerto, namun ditolak karena rawan banjir.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved