Kamis, 28 Mei 2026

DPRD Surabaya Minta Warga Waspadai Virus Nipah yang Dibawa Codot: Kenali Gejalanya

DPRD Surabaya peringatkan ancaman virus Nipah. Warga diminta waspada penularan dari codot atau kelelawar dan jaga pola hidup sehat.

Tayang:
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Cak Sur
istimewa/Dokumen pribadi Yona Bagus Widyatmoko
ANTUSIAS - Warga Gunung Sari Indah. Surabaya, Jawa Timur, antusias mengikuti cek kesehatan gratis yang digelar dalam rangka HUT ke-18 Partai Gerindra, Selasa (3/2/2026). Warga diminta meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi penyebaran virus Nipah yang dibawa codot. 
Ringkasan Berita:
  • Warga Kota Surabaya, Jatim, diminta waspada terhadap virus Nipah yang ditularkan melalui kelelawar atau codot dengan tingkat kematian mencapai 75 persen.
  • Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menggelar cek kesehatan gratis di Gunung Sari Indah untuk deteksi dini terutama bagi lansia.
  • Meski belum ada kasus positif di Indonesia masyarakat diimbau segera melapor jika mengalami demam tinggi atau gangguan pernapasan.

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Masyarakat di Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), kini diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan virus Nipah yang dibawa oleh kelelawar atau codot.

Langkah antisipasi ini ditekankan, seiring dengan tingkat kematian akibat virus ini yang dinilai sangat tinggi.

Pantauan SURYA.co.id di lokasi, kesadaran warga akan isu kesehatan ini mulai dipacu melalui berbagai kegiatan edukasi dan pemeriksaan kesehatan secara langsung.

"Semua diminta waspada. Warga Surabaya juga harus waspada dengan tetap menjaga kesehatan, lingkungan bersih dan pola hidup sehat. Cek kesehatan gratis seperti saat ini juga diperlukan," kata Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko kepada SURYA.co.id, Selasa (3/2/2026).

Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga

Berdasarkan data yang dihimpun SURYA.co.id, pemeriksaan kesehatan gratis tersebut digelar dalam rangka HUT ke-18 Partai Gerindra.

Terlihat di lokasi, sebanyak seratus warga sangat antusias mendatangi titik layanan cek kesehatan di kawasan Gunung Sari Indah, Kota Surabaya.

Selain untuk pencegahan dini dan penguatan kesadaran kesehatan masyarakat, agenda ini bertujuan mendeteksi kondisi fisik warga secara mendalam. Fokus pemeriksaan terutama diarahkan pada kelompok lanjut usia yang memiliki kerentanan lebih tinggi.

"Terutama bagi warga lanjut usia," tambah Yona Bagus Widyatmoko saat menjelaskan prioritas kegiatan tersebut kepada SURYA.co.id di sela-sela peninjauan lokasi.

Bahaya dan Karakteristik Virus Nipah

Pemeriksaan ini menjadi krusial sebagai sarana edukasi terkait virus Nipah yang dilaporkan telah merebak di sejumlah negara, termasuk Thailand. Berikut adalah fakta-fakta kunci terkait ancaman virus tersebut:

  • Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia, terutama melalui kelelawar pemakan buah atau codot.
  • Tingkat fatalitas atau kematian akibat infeksi ini tergolong sangat tinggi, yakni mencapai 40 persen hingga 75 persen.
  • Hingga saat ini, pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan menyatakan Indonesia masih dalam status waspada dan belum menemukan kasus positif terkonfirmasi.

Cak YeBe, sapaan akrab Yona Bagus Widyatmoko, menegaskan bahwa ketahanan kesehatan harus dibangun dari tingkat paling dasar.

Program ini, sejalan dengan agenda nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan kesehatan rakyat sebagai prioritas utama.

Imbauan Kesehatan bagi Masyarakat

Guna meminimalkan risiko, warga Surabaya diingatkan untuk segera mengambil tindakan medis jika merasakan gangguan kesehatan yang mengarah pada gejala infeksi virus. Pastikan lingkungan sekitar rumah tetap bersih dari sisa buah yang mungkin terkena liur kelelawar.

  • Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam tinggi secara mendadak.
  • Waspadai jika muncul gangguan pernapasan yang tidak biasa, atau terjadi penurunan kesadaran.
  • Terapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) secara konsisten di lingkungan keluarga.
  • Pastikan buah-buahan dicuci bersih sebelum dikonsumsi untuk menghindari kontaminasi zoonosis.
Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved