Optimalkan Layanan Kesehatan Berbasis RW, Pemkot Surabaya Gandeng IDI
Pemkot Surabaya resmi menjalin kerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Surabaya, Rabu (28/1/2026).
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Pemkot Surabaya gandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Surabaya, memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat hingga lingkup paling kecil, yakni tingkat RW.
- Kolaborasi ini akan memperkuat pendekatan preventif dan berbasis data dalam penanganan kesehatan warga Surabaya
- Pemkot juga berupaya memperkuat fasilitas kesehatan dasar seperti Puskesmas Pembantu. Selama ini, Pustu umumnya hanya diisi bidan dan perawat. Ke depan, Pemkot menargetkan adanya dukungan dokter dari IDI.
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemkot Surabaya resmi menjalin kerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Surabaya, Rabu (28/1/2026).
Melalui penandatanganan kerjasama, kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat hingga lingkup paling kecil, yakni tingkat Rukun Warga (RW).
Kolaborasi ini cukup strategis mengingat jumlah RW di Surabaya yang cukup besar, mencakup 1.361 RW.
Dengan anggota IDI Surabaya yang mencapai 7.600 dokter, penguatan tenaga kesehatan bisa optimal.
Perkuat Pendekatan Preventif dan Berbasis Data
Digagas langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, kolaborasi ini akan memperkuat pendekatan preventif dan berbasis data dalam penanganan kesehatan warga.
Cak Eri menegaskan, program ini akan memetakan kondisi kesehatan warga secara detail di setiap RW, mulai dari penyakit menular, penyakit kronis, hingga persoalan stunting dan ibu hamil berisiko tinggi.
“Melalui kerja sama ini, kita akan mendeteksi apa yang ada dalam penyakit di dalam RW itu. Bukan hanya penyakit, tapi terkait kesehatan, apakah itu stunting, ibu berisiko tinggi. Dalam satu RW ada orang sakit apa saja, darah tinggi, jantung, semuanya kita masukkan. Setelah itu akan muncul klaster-klaster masalah kesehatan,” kata Cak Eri ketika dikonfirmasi di sela pertemuan.
Status Kedaruratan Kesehatan Tiap Wilayah
Pantauan SURYA.CO.ID pada pertemuan di ruang kerja Wali Kota Surabaya tersebut, Cak Eri didampingi sejumlah pejabat Pemkot. Di antaranya, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Nanik Sukristina.
Menurut Wali Kota Eri, data tersebut akan dianalisis bersama IDI untuk menentukan status kedaruratan kesehatan di tiap wilayah.
Baca juga: Cegah Kasus Plafon Ambruk Terulang, Wali Kota Surabaya Inventarisasi Bangunan Sekolah Berisiko
Dari situ, Pemkot dapat menyusun program intervensi agar lebih tepat sasaran.
“Nanti dari telaah IDI akan ketahuan, ini darurat apa. Dari situ muncul kegiatan-kegiatan untuk menyelesaikan permasalahan. Output-nya kita lihat," ujar Doktor Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Universitas Airlangga (Unair) ini.
Cak Eri menekankan, indikator keberhasilan kesehatan di Surabaya bukan hanya banyaknya warga berobat.
Namun, juga meningkatnya kesadaran cek kesehatan rutin.
“Daerah yang bagus itu ketika orang datang ke fasilitas kesehatan bukan karena sakit, tapi karena mau cek kesehatan. Itu artinya preventif berjalan,” tambah mantan ASN Pemkot Surabaya ini.
Perkuat Fasilitas Kesehatan Dasar
Melalui nota kesepahaman (MoU) ini, Pemkot juga berupaya memperkuat fasilitas kesehatan dasar seperti Puskesmas Pembantu (Pustu).
Selama ini, Pustu umumnya hanya diisi bidan dan perawat. Ke depan, Pemkot menargetkan adanya dukungan dokter dari IDI.
“Kalau kita menggerakkan RW, otomatis Pustu juga harus ada dokternya. Orang berobat ke Pustu jangan awang-awangen (malas). Dengan kerja sama IDI, kita butuh dukungan dokter untuk itu,” jelasnya.
Wali Kota dua periode ini menargetkan satu tenaga kesehatan (nakes) bisa berjalan optimal di setiap RW melalui program 1 RW 2 Nakes (R1N1).
Serta, perencanaan anggaran kesehatan berbasis kebutuhan spesifik masing-masing wilayah.
“Setiap RW masalahnya beda. Maka anggarannya juga beda. Kita tarik jadi perencanaan anggaran kota, tapi basisnya tetap dari klaster RW. Insyaallah dengan MoU ini warga Surabaya semakin sehat,” katanya.
Turunkan Stunting Juga Angka Kematian Ibu dan Anak
Sebagai tahap awal, beberapa RW akan dijadikan percontohan pada Mei mendatang sebelum diterapkan secara menyeluruh di seluruh Surabaya.
Pertemuan lanjutan untuk penyusunan timeline program dijadwalkan pekan depan.
Cak Eri optimistis kolaborasi ini berdampak signifikan terhadap penurunan stunting serta angka kematian ibu dan anak.
“Saya yakin dengan bantuan IDI, stunting turun, angka kematian ibu anak turun, kesehatan meningkat, usia harapan hidup lebih panjang. Karena warga makin sadar pentingnya kesehatan. Kita gaspol,” katanya.
Di sisi lain, Ketua IDI Surabaya, dr Muhammad Shoifi, siap mendukung kolaborasi tersebut. Ia menilai visi Pemkot Surabaya sangat terbuka dan berbasis ilmiah.
“Kita bersyukur punya pemimpin yang sangat open dengan visi jauh ke depan. Kita diajak berkolaborasi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Surabaya based on data, based on science,” ujarnya.
Pemetaan Kesehatan Menyeluruh
Shoifi menyebut IDI Surabaya memiliki sekitar 7.600 anggota, mulai dari guru besar, dokter spesialis, hingga mahasiswa kedokteran, yang siap terlibat dalam program ini. Potensi ini akan mendukung empat fokus utama kerja sama tersebut.
“Pertama terkait, identifikasi masalah kesehatan masyarakat. Kedua, analisa solusi. Ketiga, intervensi bersama seluruh stakeholder dengan dukungan penuh Pak Wali. Keempat, adalah evaluasi bersama,” jelasnya.
Dengan pendekatan berbasis data dan sains hingga level mikro RW, Pemkot diharapkan mampu melakukan pemetaan kesehatan secara menyeluruh, dari hulu ke hilir.
"Mulai pendataan, mapping awal, sampai capaian kesehatan di ujungnya. Itu akan sangat bagus hasilnya,” tambah Shoifi.
BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS
| Kenapa Kepala BGN Dadan Hindayana Dicopot Prabowo? Mensesneg Jelaskan Alasannya |
|
|---|
| Bacaan Sholawat Badar Lengkap Teks Arab, Latin dan Arti |
|
|---|
| Satgas Libas Begal Polda Jatim Sukses Temukan Motor Siti yang Hilang di Kandang Sapi |
|
|---|
| Kiprah Nanik S Deyang, Kepala BGN yang Baru Ditunjuk Presiden Prabowo Gantikan Dadan |
|
|---|
| Damai Kasus Pengeroyokan di Pantai Wediawu Malang, Presidium Aremania Pastikan Bayar Ganti Rugi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/hingga-lingkup-paling-kecil-yakni-tingkat-Rukun-Warga-RW.jpg)