DPRD Jatim Minta Dishub Maksimalkan Pelayanan Bus TransJatim
Bus TransJatim sebagai moda transportasi publik diharapkan bisa terus meningkatkan pelayanan
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim Khusnul Arif minta Dishub Jawa Timur optimalkan anggaran operasional Bus TransJatim tahun 2026, sebesar Rp 251 Miliar.
- Anggaran tersebut diharapkan dapat dioptimalkan untuk 8 koridor Bus TransJatim yang ada.
- Dewan juga berharap Bus TransJatim nantinya dibuka di berbagai daerah lain.
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Bus TransJatim sebagai moda transportasi publik diharapkan bisa terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di seluruh koridor yang ada.
Terlebih, anggaran untuk operasional yang dikucurkan tahun ini sebesar Rp 251 Miliar yang bersumber dari APBD.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim Khusnul Arif meminta agar Dishub Jawa Timur dapat mengoptimalkan anggaran tersebut sehingga berdampak terhadap pelayanan.
"Jadi harus terus memberikan pelayanan yang terbaik," kata Khusnul Arif ketika dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (28/1/2026).
Optimalkan Anggaran Operasional 2026
DPRD Jatim mewanti-wanti hal ini mengingat sebelumnya sempat ada kekhawatiran anggaran operasional di tahun 2026 ini tidak cukup lantaran kondisi fiskal daerah yang menghadapi tantangan.
Baca juga: Pelaku Pelemparan Batu Bus Transjatim di Pantura Gresik Ditangkap
Namun, dengan dikucurkannya anggaran sebesar Rp 251 Miliar ini, DPRD mengapresiasi Pemprov.
Tinggal bagaimana anggaran tersebut dapat dioptimalkan untuk seluruh koridor yang ada.
Delapan Koridor Trans Jatim
Sebagaimana diketahui, TransJatim saat ini memiliki 8 koridor yang telah beroperasi.
- Koridor 1 Sidoarjo-Gresik,
- Koridor 2 Surabaya-Mojokerto,
- Koridor 3 Mojokerto-Gresik.
- Koridor 4 Gresik-lamongan,
- Koridor 5 Surabaya-Bangkalan,
- Koridor 6 Sidoarjo-Mojokerto,
- Koridor 7 Terminal Lamongan-Paciran
- Koridor 8 Malang Raya.
"Rp 251 miliar sekian ini harapannya kan bisa memenuhi seluruh kebutuhan operasional," ujar Khusnul Arif.
Belum Ada Rencana Pembukaan Koridor Baru
Politisi Partai NasDem tersebut mengakui dari rapat yang dilakukan bersama Pemprov, hingga saat ini belum ada rencana pembukaan koridor baru dalam waktu dekat.
Sebab, kondisi keuangan daerah diakui masih menjadi tantangan tersendiri.
Namun dewan tetap berharap agar ada pembukaan koridor baru misalnya melalui pembiayaan pada saat Perubahan-APBD mendatang.
Terlebih secara kajian Dishub Jatim, seharusnya Malang Raya total ada tiga koridor. Saat ini, baru satu koridor yang dibuka. Sehingga, kurang dua koridor lagi.
Selain Malang Raya, dewan juga berharap Bus TransJatim nantinya dibuka di berbagai daerah lain.
"Besar harapan kami Dishub ada kesempatan untuk mendapatkan tambahan anggaran di P-APBD nanti setidaknya," ungkap Khusnul Arif.
BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS
| Riyan Ardiansyah Miliki Motivasi Berlipat Hadapi Malut United, Bekal Gol Perdana |
|
|---|
| KAI Daop 8 Surabaya Hadirkan Kereta Livery Hari Kartini di KA Argo Semeru, Angkat Semangat Perempuan |
|
|---|
| Rekam Jejak Riswadi, Eks Wabup Pekalongan yang Diperiksa KPK Imbas Kasus Korupsi Bupati Fadia Arafiq |
|
|---|
| Pemprov Jatim Jemput Bola: 2.450 Siswa Prioritas Masuk Sekolah Rakyat 2026/2027 |
|
|---|
| Aset Kasus Korupsi Eks Pejabat BPN Kalbar Dihibahkan ke Pemkot Surabaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/transjatim-mengoptimalkan-anggaran-tersebut-sehingga-berdampak-terhadap-pelayanan.jpg)