Rabu, 27 Mei 2026

Respons DPRD Surabaya Soal Anak Pejabat Terima Beasiswa Pemuda Tangguh

Polemik beasiswa Pemuda Tangguh Surabaya diduga dinikmati anak pejabat. DPRD Surabaya desak transparansi dan evaluasi celah aturan Perwali.

Tayang:
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Nuraini Faiq
TANGGAPAN - Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafii, saat memberikan tanggapan soal dugaan adanya anak pejabat yang menerima Beasiswa Pemuda Tangguh di Surabaya, Jawa Timur, Senin (26/1/2026). Ia meminta Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi untuk bertindak tegas dengan membuka identitas oknum pejabat tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mensinyalir adanya anak pejabat yang menerima beasiswa Pemuda Tangguh dan memerintahkan pemeriksaan petugas verifikator.
  • DPRD Surabaya mengungkap bahwa Perwali lama (45/2025) memiliki celah karena tidak membatasi penerima hanya untuk warga miskin, melainkan berbasis prestasi umum.
  • Mulai 2026, skema berubah menjadi bantuan pendidikan flat Rp 2,5 juta per semester dan diprioritaskan khusus bagi warga pra-sejahtera (gakin).

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Program Beasiswa Pemuda Tangguh jenjang kuliah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur (Jatim), kini tengah diterpa isu miring.

Beasiswa yang seharusnya menjadi penopang biaya pendidikan bagi warga yang membutuhkan, diduga kuat turut dinikmati oleh anak-anak pejabat.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi atau Cak Eri, secara terbuka mensinyalir adanya anak pejabat yang menyerap dana dari APBD tersebut.

Tidak tinggal diam, Eri juga memerintahkan pemeriksaan terhadap petugas verifikator yang meloloskan berkas para penerima beasiswa tersebut.

Baca juga: Wali Kota Surabaya Geram: Beasiswa Pemuda Tangguh Salah Sasaran, Ada Anak Mantan Pejabat

DPRD Surabaya Desak Nama Pejabat Dibuka ke Publik

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafii, meminta Wali Kota Cak Eri untuk bertindak tegas dengan membuka identitas oknum pejabat tersebut.

Menurutnya, transparansi diperlukan agar tidak muncul spekulasi liar di tengah masyarakat.

"Sebaiknya memang harus disampaikan saja kalau ada anak pejabat yang malah menikmati beasiswa kuliah. Semua sepakat pelaksanaan program Beasiswa Pemuda Tangguh harus tepat sasaran," tegas Imam saat dikonfirmasi SURYA.co.id, Senin (26/1/2026).

Namun, politisi Partai Nasdem ini juga memberikan catatan kritis. Ia meminta agar kesalahan tidak sepenuhnya ditimpakan kepada petugas verifikator di lapangan. Menurutnya, ada celah regulasi yang memungkinkan hal itu terjadi pada masa lalu.

Baca juga: Beasiswa Pemuda Tangguh Surabaya 2026: Kuota 23.820 Mahasiswa Gakin, Ini Skema Barunya

Celah Regulasi pada Perwali Lama

Berdasarkan penelusuran, Imam menjelaskan, bahwa Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 45 Tahun 2025 tentang Perubahan Perwali 135/2022, sebelumnya tidak membatasi penerima beasiswa hanya untuk keluarga miskin (gakin).

Dalam aturan tersebut, beasiswa ditujukan bagi mahasiswa berprestasi secara umum tanpa memandang status ekonomi.

"Artinya, siapa pun mahasiswa ber-KTP Surabaya berkesempatan memanfaatkan beasiswa itu, sebelum adanya ketentuan baru. Saat itu, fasilitasnya meliputi biaya UKT penuh, uang saku Rp 500 ribu per bulan, dan biaya penunjang kuliah Rp 750 ribu per semester," jelas Imam.

Baru pada tahun 2026 ini, Pemkot Surabaya menerbitkan aturan baru yang lebih spesifik.

Kini, Beasiswa Pemuda Tangguh diprioritaskan bagi warga pra-sejahtera atau keluarga miskin, sebagai langkah evaluasi atas ketidaktepatan sasaran pada periode sebelumnya.

Baca juga: Eri Cahyadi Siapkan Rp 190 Miliar untuk Beasiswa Pemuda Tangguh di Surabaya

Perubahan Skema Menjadi Bantuan Pendidikan

Memasuki tahun 2026, skema beasiswa ini mengalami perubahan signifikan. Nomenklatur program kini berubah menjadi "Bantuan Pendidikan" dengan nilai yang dipukul rata sebesar Rp 2,5 juta per semester bagi setiap mahasiswa. Tidak ada lagi sistem gratis UKT sepenuhnya, seperti tahun-tahun sebelumnya.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved