Rabu, 20 Mei 2026

Harga Kedelai di Surabaya Stabil, Produsen Tempe Siap Genjot Stok Ramadan

Harga kedelai di Surabaya, Jatim, stabil jelang Ramadhan 2026. Produksi tempe naik 30 persen untuk penuhi permintaan pasar. Simak ulasannya.

Tayang:
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Bobby Constantine Koloway
OPTIMIS SAMBUT RAMADAN - Pedagang menjajakan tempe dan tahu di Pasar Pucang Anom, Surabaya, Jawa Timur, Senin (26/1/2026). Harga kedelai di Surabaya yang terpantau relatif stabil, membuat produsen tempe lebih percaya diri menambah kapasitas produksi untuk memenuhi lonjakan permintaan saat awal bulan puasa. 

Ringkasan Berita:
  • Harga kedelai di Surabaya, Jatim, stabil di kisaran Rp 9.000 - Rp 9.500 per kg, memicu kenaikan produksi tempe hingga 30 persen jelang Ramadan.
  • Pedagang di Pasar Pucang Anom melaporkan permintaan meningkat pesat sehingga stok lebih cepat habis dibandingkan hari biasa.
  • Kondisi berbeda terjadi di Jember, di mana kenaikan harga kedelai memaksa produsen mengurangi kapasitas produksi demi efisiensi.

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Kabar baik bagi masyarakat di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), menjelang bulan suci Ramadan. Di tengah kekhawatiran kenaikan harga pangan, harga kedelai di Kota Pahlawan terpantau relatif stabil.

Kondisi ini memberikan angin segar bagi produsen tempe untuk meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi lonjakan permintaan.

Selama dua bulan terakhir, harga kedelai di pasaran bertahan di kisaran Rp 9.000 hingga Rp 9.500 per kilogram (kg). Stabilitas ini diprediksi akan mendorong volume produksi tempe nasional, khususnya di tingkat pengrajin lokal, naik hingga 30 persen saat memasuki awal bulan puasa.

Produsen Genjot Produksi Guna Penuhi Permintaan

Fadil, salah satu produsen tempe asal Surabaya, mengaku mulai menambah pasokan bahan baku kedelainya.

Jika pada hari biasa ia hanya mengolah sekitar 30 kg kedelai per hari, kini jumlah tersebut merangkak naik seiring mendekatnya Ramadan.

"Kalau hari biasa produksi sekitar 30 kilogram per hari. Menjelang Ramadan bisa naik jadi 40 kilogram. Kira-kira naik 30 persen," ujar Fadil saat ditemui SURYA.co.id di Surabaya, Senin (26/1/2026).

Ia menjelaskan, bahwa lonjakan permintaan biasanya mulai terasa signifikan sejak sepekan sebelum puasa hingga pekan pertama Ramadan.

Setelah periode tersebut, penjualan diperkirakan melandai sebelum kembali memuncak menjelang Idul Fitri.

Kondisi Pasar: Stok Cepat Habis

Stabilitas harga ini juga dirasakan oleh para pedagang di pasar tradisional. Supartini, pedagang tahu dan tempe di Pasar Pucang Anom, mengungkapkan bahwa meski ia tidak menambah stok secara drastis, barang dagangannya habis lebih cepat dari biasanya.

"Stok sama saja, tidak nambah. Tapi biasanya lebih cepat habis menjelang Ramadan," kata Supartini.

Saat ini, ia menjual tempe di kisaran harga Rp 4.000 per potong, harga yang diakuinya telah bertahan stabil selama dua bulan terakhir.

Para pedagang dan produsen berharap agar tren harga bahan baku tetap terjaga.

"Yang penting jangan naik mendadak. Kalau stabil begini, pembeli enak, kami jualan juga lancar," tambahnya.

Kontras: Harga Kedelai di Jember Mulai Merangkak Naik

Berbanding terbalik dengan Surabaya, sejumlah daerah lain justru mulai merasakan tekanan harga.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved