Selasa, 19 Mei 2026

Dua Mahasiswa Gresik Ciptakan Karya Estetik Ramah Lingkungan di Tengah Keterbatasn Fisik

Dengan kreativitas tinggi, mereka sukses menyulap barang bekas menjadi karya seni unik, estetik, sekaligus ramah lingkungan

Tayang:
Penulis: Willy Abraham | Editor: Titis Jati Permata
istimewa
KREATIVITAS - Aisyah Grisseeta Azzahra, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Gresik, serta Eidelweis Syahida Ayazhi, mahasiswa Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (Unesa) saat membuat kerajinan dari barang bekas di kediamannya di Gresik, Kamis (8/1/2026). Di tengah keterbatasan fisik, keduanya tetap berkreativitas. 

Ringkasan Berita:
  • Di tengah keterbatasan fisik, dua mahasiswa tunarungu Gresik menunjukkan karya seni kreatif ramah lingkungan. Adalah Aisyah Grisseeta Azzahra dan Eidelweis Syahida Ayazhi
  • Berbagai barang bekas seperti gelas plastik hingga botol minuman diubah menjadi pot tanaman, hiasan meja, hingga dekorasi lucu bernilai seni tinggi
  • Dukungan keluarga jadi pondasi penting dalam perjalanan kreativitas Ayazhi dan Aisyah.

 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Dua mahasiswa tunarungu asal Kabupaten Gresik, Jawa Timur menunjukkan karya seni kreatif ramah lingkungan.

Mereka membuktikan keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya.

Dengan kreativitas tinggi, mereka sukses menyulap barang bekas menjadi karya seni unik, estetik, sekaligus ramah lingkungan.

Baca juga: Mahasiswa FK Umsura Bikin Inovasi GENDHIS, Pantau Kadar Gula Darah Lebih Mudah

Kedua mahasiswa tersebut adalah Aisyah Grisseeta Azzahra, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Gresik, serta Eidelweis Syahida Ayazhi, mahasiswa Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Asah Kreativitas di Tengah Keterbatasan

Di tengah keterbatasan pendengaran, keduanya justru semakin mengasah kreativitas.

Berbagai barang bekas seperti gelas plastik hingga botol minuman diubah menjadi pot tanaman, hiasan meja, hingga dekorasi lucu bernilai seni tinggi.

Dengan ketelatenan dan imajinasi, barang yang sebelumnya dianggap tak berguna itu kini tampil estetik, unik, dan memiliki nilai jual.

Latar belakang Ayazhi di bidang seni rupa berpadu harmonis dengan minat Aisyah terhadap kreativitas dan teknologi.

"Tak hanya bernilai ekonomi, tapi pesannya adalah pentingnya daur ulang," kata Aisyah dan Ayazhi dengan bahasa isyarat pada Jumat (9/1/2026).

Pasarkan Karya Daur Ulang Secara Online

Ke depan, keduanya berencana memasarkan hasil karya daur ulang tersebut secara online.

Selain itu, mereka juga ingin mengenalkan produknya langsung kepada masyarakat melalui kegiatan Car Free Day (CFD). "Nanti akan kami jual disana," ujarnya.

Dukungan keluarga menjadi fondasi penting dalam perjalanan kreativitas Ayazhi dan Aisyah.

Dukungan Keluarga

Andayani, orang tua Ayazhi yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga kantin sekolah, mengaku awalnya melihat putrinya hanya membantu berjualan dan menghabiskan waktu dengan ponsel selama liburan.

“Kami terus memberi masukan dan mendukung agar Ayazhi dan temannya memiliki aktivitas yang lebih produktif,” tutur Andayani.

Ia pun mengaku bangga melihat semangat putrinya dalam berkarya.

"Semoga mereka bisa terus menciptakan karya baru, menambah wawasan tentang daur ulang, dan melatih imajinasi seni," tukasnya. 

BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved