Sabtu, 2 Mei 2026

Kadindik Jatim : Literasi Digital Reflektif Cegah Paparan Ideologi Kekerasan pada Anak

Menurut Aries, anak-anak saat ini hidup dalam ruang digital yang bergerak cepat, sehingga membutuhkan pendampingan dan pengawasan

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
Surya.co.id/Sulvi Sofiana
PAPARAN LEWAT KANAL DIGITAL - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dindik Jatim), Aries Agung Paewai saat merespons temuan Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri terkait paparan radikalisme pada anak melalui kanal digital, Jumat (9/1/2026). Aries menilai temuan tersebut menjadi peringatan penting bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk memperkuat upaya pencegahan sejak dini. 

Ringkasan Berita:
  • Kadindik Jatim Aries Agung Paewai merespon temuan Densus 88 Antiteror Polri terkait paparan radikalisme pada anak melalui media sosial . Di Jawa Timur tercatat 11 anak terpapar hal ini.
  • Temuan tersebut menjadi peringatan penting bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk memperkuat upaya pencegahan sejak dini
  • Orang tua diimbau untuk membangun komunikasi terbuka dengan anak dan mengenali pola konsumsi digital mereka,

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dindik Jatim), Aries Agung Paewai merespons serius temuan Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri terkait paparan ideologi kekerasan ekstrem terhadap anak melalui kanal digital berkedok komunitas tertentu. 

Berdasarkan data Densus 88, paparan tertinggi ditemukan di DKI Jakarta dengan 15 anak, disusul Jawa Barat 12 anak, Jawa Timur 11 anak, dan Jawa Tengah 9 anak.

Paparan juga terjadi di sejumlah daerah lain, mulai dari Kalimantan Selatan hingga Sulawesi Tenggara.

Baca juga: 11 Anak di Jatim Terpapar Radikalisme Lewat Medsos, Pakar Media : Pentingnya Literasi Digital

Ia menilai temuan tersebut menjadi peringatan penting bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk memperkuat upaya pencegahan sejak dini.

Anak Butuh Pendampingan dan Pengawasan

Menurut Aries, anak-anak saat ini hidup dalam ruang digital yang bergerak sangat cepat, sehingga membutuhkan pendampingan dan pengawasan yang lebih kuat dari lingkungan pendidikan maupun keluarga.

“Anak-anak kita hari ini hidup dalam ruang digital yang bergerak sangat cepat. Tanpa pendampingan, pengawasan, dan literasi yang tepat, mereka rentan terpapar konten berbahaya yang tidak selalu tampak secara kasat mata,” tegas Aries di Surabaya, Jumat (9/1/2026).

Baca juga: Siswa SD Tulungagung Terpapar Radikalisme Lewat Media Sosial, Jalani Pendampingan Deradikalisasi

Ia menegaskan, Dindik Jatim mendorong penguatan literasi digital reflektif di satuan pendidikan, khususnya SMA, SMK, dan SLB.

Literasi digital ini tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis penggunaan teknologi, tetapi juga kemampuan berpikir kritis sebelum merespons konten digital.

“Literasi digital harus membentuk kebiasaan menunda reaksi emosional, memahami konteks informasi, dan menyadari bahwa tidak semua konten layak dipercaya atau disebarkan. Ini bagian dari pendidikan karakter,” ujarnya.

Optimalisasi Peran Guru Bimbingan dan Konseling

Selain itu, Aries menekankan pentingnya optimalisasi peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) serta wali kelas sebagai garda terdepan deteksi dini. 

Pemantauan perilaku siswa, dialog terbuka mengenai aktivitas digital, serta pendampingan psikososial dinilai krusial untuk mencegah paparan ideologi kekerasan berkembang lebih jauh.

Ia juga meminta sekolah memperketat pengawasan lingkungan pendidikan melalui pengaturan penggunaan gawai secara bijak, pengawasan kegiatan ekstrakurikuler dan komunitas daring siswa, serta pelaporan berjenjang apabila ditemukan indikasi paparan konten ekstrem.

Pengawasan, lanjut Aries, tidak dapat berhenti di sekolah. Peran orang tua menjadi kunci utama dalam mendampingi anak di rumah.

“Sekolah dan orang tua harus berjalan seiring. Pendidikan digital tidak akan berhasil tanpa komunikasi yang kuat antara guru dan keluarga,” katanya.

Bangun Komunikasi Terbuka dengan Anak

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved