Selasa, 9 Juni 2026

Ada 62 Kasus Superflu di Jatim, Khofifah Imbau Masyarakat Tak Perlu Panik

Edukasi dan promosi kesehatan kepada masyarakat juga terus digencarkan melalui penerapan etika batuk dan PHBS. 

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Titis Jati Permata
istimewa/Humas Pemprov Jatim
TAK PERLU PANIK - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat tak panik terhadap perkembangan virus influenza A (H3N2) atau superflu, Selasa (6/1/2026). Hingga akhir Desember 2025, ditemukan 62 kasus virus influenza A (H3N2) atau superflu di Jatim. 

Ringkasan Berita:
  • Gubernur Khofifah Indar Parawansa imbau warga Jawa Timur tak panik terhadap perkembangan virus influenza A (H3N2) atau superflu. Virus super flu tidak berbahaya dan tidak mematikan
  • Ia menghimbau warga tak perlu panik, namun tetap waspada dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
  •  Pemprov Jatim melalui Dinas Kesehatanmelakukan berbagai langkah antisipatif, mulai pemantauan rutin surveilans ILI-SARI, koordinasi intensif dengan Kemenkes RI dan BBLKM Surabaya

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat tak panik terhadap perkembangan virus influenza A (H3N2) atau superflu. Ia menyebut penyebaran superflu di Jatim dalam kondisi terkendali.

Berdasarkan pemeriksaan dari 88 sentinel ILI SARI di seluruh Indonesia yang diperiksa di laboratorium kesehatan masyarakat serta laboratorium rujukan berstandar biosafety level 3 (BSL-3), hingga akhir Desember tercatat total 62 kasus di delapan provinsi termasuk Jatim.

Hasil surveilans dan pemeriksaan laboratorium rujukan Kementerian Kesehatan RI menunjukan, situasi influenza A (H3N2) subclade K di Jatim dan di Indonesia masih terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan varian influenza lainnya.

Baca juga: Antisipasi Super Flu, Wakil Ketua DPRD Jatim : Waspada, Tapi Jangan Panik

“Virus influenza A (H3N2) subclade K tidak berbahaya dan tidak mematikan. Di Jawa Timur, kondisi ini masih terkendali dengan baik,” kata Khofifah, Selasa (6/1/2026). 

Terus Dipantau oleh Ahli

Munculnya varian ini merupakan hal yang wajar dalam perkembangan virus influenza dan terus dipantau oleh para ahli melalui pemantauan ilmiah.

"Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu panik, namun harus tetap waspada dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” imbuhnya. 

Meskipun terkendali, ia menjelaskan, pengamatan (surveilans) virus tersebut terus dilakukan. 

Salah satunya adalah melalui site sentinel Influenza Like Illness (ILI) di Puskesmas Dinoyo Kota Malang dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di RSUD dr. Saiful Anwar Kota Malang.

ILI didefinisikan sebagai penderita dengan demam lebih dari 38 derajat Celcius yang disertai batuk dan gejala timbul kurang dari 10 hari, sedangkan SARI merupakan sindrom pernapasan akut berat.

Hasil tersebut secara rutin dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya, yang kemudian diteruskan ke Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan (Biokes) Jakarta untuk pemeriksaan Whole Genome Sequencing.

Kasus Positif Super Flu

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tercatat 18 kasus positif dengan waktu pengambilan spesimen pada September-November 2025. 

Mayoritas kasus ditemukan pada kelompok usia anak dan remaja, dengan proporsi yang seimbang antara laki-laki dan perempuan.

"Seluruh temuan ini menjadi dasar bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus memperkuat kewaspadaan dini, terutama melalui pemantauan kasus ISPA di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan,” katanya.

Terkait penemuan tersebut, Pemprov Jatim melalui Dinas Kesehatan telah melakukan berbagai langkah antisipatif, mulai dari pemantauan rutin surveilans ILI-SARI, koordinasi intensif dengan Kemenkes RI dan BBLKM Surabaya.

Edukasi Kesehatan pada Masyarakat

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved