Selasa, 28 April 2026

SURYA Kampus

Mahasiswa ITS Gagas Ekosistem Kebugaran Terintegrasi : Tekan Obesitas dan Defisit BPJS

Mahasiswa ITS tawarkan program penanganan obesitas yang menghubungkan layanan kesehatan dengan fasilitas kebugaran secara berkelanjutan

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
istimewa/ITS
PIMNAS - Tim SGREEFIT ITS bersama dosen pembimbing Alfan Purnomo ST MT dalam kegiatan PKP2 menuju Pimnas ke-38, akhir tahun 2025. Masalah obesitas yang terus meningkat di Indonesia mendorong mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas solusi berbasis ekosistem kebugaran terintegrasi. 

Ringkasan Berita:
  • Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas solusi obesitas berbasis ekosistem kebugaran terintegrasi. Mereka membuat program penanganan obesitas yang menghubungkan layanan kesehatan dengan fasilitas kebugaran berkelanjutan.
  • Program ini menyusun alur penanganan obesitas yang sistematis, mulai dari konsultasi medis hingga aktivitas olahraga yang terpantau
  • Tim SGREEFIT ini berhasil meraih medali perak kategori presentasi pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional tahun 2025. 

 

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Masalah obesitas yang terus meningkat di Indonesia mendorong mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas solusi berbasis ekosistem kebugaran terintegrasi. 

Melalui tim SGREEFIT, mahasiswa ITS menawarkan program penanganan obesitas yang menghubungkan layanan kesehatan dengan fasilitas kebugaran secara berkelanjutan.

Anggota Research and Development SGREEFIT, Muhammad Rafi Kalevi, menjelaskan bahwa hingga kini obesitas belum memiliki skema penanganan khusus yang terintegrasi secara nasional. 

Baca juga: ITS Gandeng Alumni dan YMI Fokus Pemulihan Jangka Panjang Pascabencana di Aceh

Padahal, peningkatan prevalensi obesitas tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga pada pembiayaan layanan kesehatan nasional.

“Obesitas berkontribusi besar terhadap pembengkakan biaya layanan kesehatan. Data terakhir menunjukkan BPJS Kesehatan mengalami defisit hingga Rp 9,6 triliun,” ujar Levi, sapaan akrabnya, Selasa (6/1/2026).

Integrasikan Fasilitas Kebugaran dan Layanan Kesehatan

Berangkat dari kondisi tersebut, SGREEFIT merancang sistem yang mengintegrasikan fasilitas kebugaran dengan layanan kesehatan yang sudah ada, seperti BPJS Kesehatan dan aplikasi Mobile JKN. 

Program ini menyusun alur penanganan obesitas yang sistematis, mulai dari konsultasi medis hingga aktivitas olahraga yang terpantau.

Baca juga: Tekan Obesitas, FK Unair Edukasi Siswa MAN 1 Surabaya : Mulai Gaya Hidup Sehat

“Program ini kami rancang agar memudahkan masyarakat dalam menangani obesitas melalui sistem yang terhubung dan mudah diakses,” tuturnya.

Dalam implementasinya, SGREEFIT menggunakan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB) yang menekankan tiga faktor utama pembentukan niat berolahraga, yakni sikap terhadap manfaat olahraga, norma subjektif yang diperkuat institusi, serta kontrol perilaku melalui kemudahan akses fasilitas kebugaran.

Pantau Kondisi Kesehatan

Mahasiswa Departemen Teknik Mesin ITS ini menjelaskan, faktor sikap diperkuat melalui konsep smart gym berbasis internet of things (IoT) yang memungkinkan pemantauan kondisi kesehatan. 

Norma subjektif didukung oleh keterlibatan Kementerian Kesehatan melalui program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang terintegrasi dengan BPJS. Sementara kontrol perilaku diperkuat lewat kemudahan akses pusat kebugaran.

Tahapan program dimulai dari konsultasi medis untuk mendapatkan rekomendasi olahraga sesuai kondisi tubuh peserta. Selanjutnya, peserta menjalani aktivitas fisik di pusat kebugaran yang terhubung dengan BPJS. 

"Program ini juga menerapkan sistem gamifikasi berupa poin dan voucher sebagai insentif untuk meningkatkan motivasi peserta,"tegasnya.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved