Senin, 8 Juni 2026

Siaga Hadapi Lonjakan Mobilitas di Libur Nataru 2025, Dishub Jatim Antisipasi 12 Titik Kemacetan

Dishub Jatim memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada masa libur Nataru 2025

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: irwan sy
Surya.co.id/Fatimatuz Zahro
LIBUR NATARU - Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, memastikan Jawa Timur siap menyambut mobilitas masyarakat di momen libur Nataru 2025. Rabu (24/12/2025), Nyono mengungkapkan secara nasional pergerakan masyarakat pada periode Nataru 2025 diproyeksikan mengalami kenaikan sebesar 2,71 persen.  

Ringkasan Berita:
  • Dishub Jatim memastikan kesiapan penuh menghadapi lonjakan mobilitas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
  • Pergerakan masyarakat diproyeksikan naik, dengan arus masuk Jatim lebih besar dan pengguna angkutan umum meningkat 17 persen.
  • Ribuan armada lintas moda dan hampir 6.000 personel disiagakan di posko, terminal, bandara, dan titik rawan.
  • Dishub memetakan 12 titik potensi kemacetan dan menyiapkan rekayasa lalu lintas demi keselamatan pengguna jalan.

 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada masa Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026, Rabu (24/12/2025).

Berbagai skema operasi transportasi telah dimatangkan, mulai dari kesiapan armada, personel, hingga pengawasan keselamatan di titik-titik rawan pergerakan.

Baca juga: Nataru 2025, Tol Waru-Juanda Surabaya Dipadati 70 RIbu Kendaraan, Antrean Memanjang Hingga 300 Meter

Kepala Dishub Jatim, Nyono, mengungkapkan secara nasional pergerakan masyarakat pada periode Nataru 2025 diproyeksikan mengalami kenaikan sebesar 2,71 persen. 

Sementara itu, Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan tingkat mobilitas tinggi, terutama dari sisi arus masuk.

“Kalau dilihat dari pergerakan masyarakat, yang keluar dari Jawa Timur itu sekitar 14 sekian juta orang, sedangkan yang masuk ke Jawa Timur sekitar 16 sekian juta. Artinya, arus masuk ke Jatim lebih besar,” kata Nyono.

Peningkatan Pengguna Angkutan Umum

Tak hanya pergerakan secara umum, Dishub Jatim juga mencatat peningkatan signifikan pada penggunaan angkutan umum.

Selama masa Nataru yang berlangsung selama 18 hari, jumlah masyarakat yang menggunakan moda transportasi publik diperkirakan naik hingga 17 persen.

“Ini khusus yang menggunakan angkutan umum. Kalau pergerakan masyarakat kan ada yang pakai kendaraan pribadi, tapi yang angkutan umum saja itu naik 17 persen,” ujarnya.

Dari sisi jumlah penumpang, bus masih menjadi moda favorit masyarakat.

Dishub Jatim memproyeksikan penumpang bus mencapai sekitar 3,3 hingga 3,6 juta orang.

Sementara angkutan kereta api diperkirakan melayani lebih dari 3,2 juta penumpang.

Moda transportasi lainnya seperti angkutan penyeberangan, angkutan udara, dan angkutan laut juga mengalami peningkatan seiring dengan tingginya aktivitas libur akhir tahun.

Untuk mendukung kelancaran tersebut, Dishub Jatim telah menyiapkan ribuan armada lintas moda.

Sekitar 6.300 unit bus disiagakan untuk melayani pergerakan darat.

Sumber: Surya
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved