Sabtu, 2 Mei 2026

Pembunuhan Mahasiswi di Pasuruan

Bripka AS dan Suyitno Kompak Bunuh Mahasiswi UMM, Polda Jatim: Ada Luka Memar di Leher

Polda Jatim membeberkan hasil awal analisa forensik mengenai penyebab kematian FAN (21.

Tayang:
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: irwan sy
TribunJatim.com/Luhur Pambudi
ANALISA FORENSIK - Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast saat ditemui awak media seusai Apel Pasukan Operasi Lilin Semeru 2025 di Lapangan Mapolda Jatim, pada Jumat (19/12/2025). Polda Jatim membeberkan hasil awal analisa forensik mengenai penyebab kematian FAN (21) yang jenazahnya dibuang di sungai sedalam sekitar 5 meter kawasan Jalan Raya Purwosari, Kauman, Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Selasa (16/12/2025).  
Ringkasan Berita:
  • Polda Jatim menyebut FAN (21), mahasiswi UMM, diduga tewas akibat cekikan dengan luka memar di leher.
  • Jenazah korban ditemukan dibuang di sungai sedalam sekitar 5 meter di kawasan Purwosari, Pasuruan.
  • Dua tersangka Bripka AS dan Suyitno dipastikan bersama-sama melakukan pembunuhan dan membuang jenazah.
  • Polisi masih mendalami motif serta memastikan lokasi pasti tempat pembunuhan menunggu hasil autopsi.

 

SURYA.co.id, SURABAYA - Polda Jatim membeberkan hasil awal analisa forensik mengenai penyebab kematian FAN (21) yang jenazahnya dibuang di sungai sedalam sekitar 5 meter kawasan Jalan Raya Purwosari, Kauman, Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Selasa (16/12/2025). 

FAN diketahu mahasiswi Universitas Muhammadyah Malang (UMM) yang jadi korban pembunuhan diduga oleh Bripka AS dan Suyitno.

Baca juga: Skandal Bripka AS Ajak Teman Semasa Kecil Kompak Bunuh Mahasiswi UMM, Buang Jenazah Bareng

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan korban diketahui tewas diduga karena luka memar di leher bekas karena cekikan yang dilakukan para pelaku. 

Namun, penjelasan secara detail mengenai luka pada tubuh korban hingga menyebabkan fatalitas atau kematian, bakal disampaikan setelah proses autopsi terhadap korban dinyatakan rampung. 

Informasi Awal

"Informasi awal ada lebam dugaan dicekik. (Soal lokasi pasti) Masih kami terus dalami untuk kepastian TKP pembunuhannya ada di mana," kata Jules seusai Apel Pasukan Operasi Lilin Semeru 2025 di Lapangan Mapolda Jatim, pada Jumat (19/12/2025). 

Mengenai peran secara spesifik antara Pelaku Bripka Agus yang berkomplot dengan Pelaku Suyitno dalam membunuh korban, Jules mengaku belum dapat menjelaskannya. 

Hanya saja ia memastikan bahwa kedua pelaku terlibat dalam tindak pidana menghilangkan nyawa korban atau pembunuhan, termasuk membuang jenazah korban. 

"Informasi yang kami dapatkan yang jelas bahwa mereka bersama-sama melakukan dan mengetahui tindak pidana yang terjadi dan pada saat membuang mayat korban juga bersama-sama antara tersangka AS dan SY. Sampai sekarang kami masih mendalami terkait dengan motif daripada tersangka AS maupun SY. Namun yang pasti keduanya secara bersama-sama melakukan pembunuhan dengan sengaja," pungkasnya.

Informasinya, FAN yang merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara itu, diduga dibunuh oleh kakak iparnya bernama Bripka AS yang berstatus Anggota Unit Intelkam Polsek Krucil Polres Probolinggo. 

Bripka AS diduga kuat menjalankan aksi pembunuhan tersebut berkomplot dengan teman sejak semasa kecilnya bernama Pelaku Suyitno. 

Bripka AS ditangkap beberapa jam setelah penemuan jenazah korban tersebut.

Sedangkan, Pelaku Suyitno ditangkap setelah tiga hari kabur, yakni pada Kamis (18/12/2025) malam.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved