Polres Gresik Tetapkan 2 Tersangka Kasus Penyebaran Data Pribadi Lewat Aplikasi Go Matel R4
Satreskrim Polres Gresik tetapkan dua tersangka kasus dugaan penyalahgunaan dan penjualan data pribadi debitur melalui aplikasi Go Matel R4
Penulis: Willy Abraham | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Dua tersangka kasus dugaan penyalahgunaan dan penjualan data pribadi debitur lewat aplikasi Go Matel R4, ditangkap Polres Gresik
- Aplikasi tersebut kerap digunakan sebagai dasar untuk merampas kendaraan seseorang di jalan
- Kasatreskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya imbau masyarakat agar tidak takut bila menghadapi debt collector ilegal yang kerap beraksi di jalanan
SURYA.CO.ID, GRESIK – Satreskrim Polres Gresik menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan dan penjualan data pribadi debitur melalui aplikasi Go Matel R4.
Aplikasi tersebut menyebarkan data 1,7 juta data debitur yang kerap dimanfaatkan oleh debt collector ilegal.
Aplikasi ini dikendalikan tersangka di Gresik. Dari 1,7 juta data debitur, ada yang berasal dari Kabupaten Gresik.
Baca juga: Viral Aplikasi Matel Untuk Sebar Data Pribadi di Gresik, Satreskrim Polres Gresik Periksa Dua Orang
Sebagian besar diantaranya berada di luar Kabupaten Gresik.
Ditetapkan Sebagai tersangka
Dua tersangka tersebut masing-masing berinisial FE (39) selaku komisaris dan JK (35) selaku IT.
Keduanya ditetapkan tersangka setelah penyidik memeriksa empat orang saksi.
"Hasil penyidikan, kami sudah menetapkan dua orang sebagai tersangka atas nama FE dan JK. Kedua tersangka mengungkap data pribadi orang lain dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri dan merugikan orang lain dengan cara memperjual belikan data debitur yang mengalami overdue membuat aplikasi “Go Matel R4”," beber Arya.
- Aplikasi Go Matel adalah aplikasi yang dapat diakses oleh umum melalui Play Store.
- Aplikasi tersebut bisa diakses gratis selama tiga kali, kemudian berbasis langganan.
- Data para debitur ditampilkan di aplikasi tersebut secara lengkap.
"Tiga kali (digunakan) masih free, lalu berlangganan, aplikasi berlangganan bervariasi, mulai dari 15 ribu sampai ratusan ribu. Variasi tersebut menentukan berapa lama orang bisa mengakses aplikasi tersebut," ungkapnya.
Dipakai untuk Rampas Kendaraan
Aplikasi tersebut kerap digunakan sebagai dasar untuk merampas kendaraan seseorang di jalan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka FE dan tersangka JK melanggar pidana sesuai Pasal 32 ayat 2 jo. Pasal 48 ayat 2 UU ITE dengan ancaman hukuman 9 tahun jo. Pasal 65 ayat 1 jo. 67 ayat 1 UU no. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi ancaman hukuman 5 tahun penjara.
Imbau Masyarakat Tak Takut Debt Collector Ilegal
Kasatreskrim Polres Gresik mengimbau masyarakat agar tidak takut bila menghadapi debt collector ilegal yang kerap beraksi di jalanan.
“Jangan takut melawan begal berkedok debt collector. Jika ada oknum DC yang menghentikan di jalan, tanyakan legalitasnya. Jika terjadi pemaksaan atau perampasan kendaraan, masyarakat diminta segera menghubungi layanan darurat 110. Khusus warga Kabupaten Gresik, Polres Gresik juga membuka layanan pengaduan Lapor Cak Roma 0811-8800-2006," tutupnya.
BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS
| Doa Tobat Nasuha: Tata Cara Sholat Sunnah Taubat, Niat, dan Bacaan Arab-Latin |
|
|---|
| Kantor Kepolisian Khusus Kawasan Resmi Diserahterimakan oleh KEK Gresik JIIPE |
|
|---|
| Lirik Sholawat Nasabe Kanjeng Nabi Lengkap dengan Terjemahan Indonesia |
|
|---|
| 99 Asmaul Husna Lengkap: Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya |
|
|---|
| Sindikat Joki UTBK Surabaya Terbongkar, Luluskan Jurusan Kedokteran dengan Imbalan Rp300 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/polres-gresik-penjualan-data-pribadi-debitur-melalui-aplikasi-Go-Matel-R4.jpg)