Anggota DPRD Budi Leksono Apresiasi Surabaya Rayakan Tahun Baru Tanpa Pesta Kembang Api
Kebijakan Pemkot meniadakan pesta kembang api pada perayaan Tahun Baru 2026 itu juga bentuk kepedulian
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengimbau pergantian tahun baru 2026 dirayakan dengan sederhana. Tanpa ada pesta kembang api. Imbauan ini diapresiasi anggota DPRD Surabaya dari Fraksi PDIP Budi Leksono
- Budi Leksono sebut perayaan tahun baru tak harus dirayakan meriah. Tanpa kembang api, artinya tercipta aspek keamanan, ketertiban umum dan efisiensi anggaran
- Momen pergantian tahun dimaknai sebagai ajang refleksi dan penguatan nilai kebersamaan, tanpa mengurangi semangat kebahagiaan warga Surabaya
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Anggota DPRD Surabaya dari Fraksi PDIP Budi Leksono mengapresiasi langkah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang mengimbau agar merayakan pergantian tahun dengan sederhana. Tanpa ada pesta kembang api.
Kebijakan Pemkot meniadakan pesta kembang api pada perayaan Tahun Baru 2026 itu juga bentuk kepedulian karena banyak saudara di Sumatera dan Aceh dilanda musibah bencana banjir.
"Kami apresiasi kebijakan ini," kata Budi yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Surabaya, Kamis (18/12/2025).
Baca juga: Hujan Tak Surutkan Antusias Warga Lihat Kembang Api Tahun Baru Tumplek Blek Di Taman Apsari Surabaya
Bahkan langkah meniadakan pesta kembang api saat pergantian tahun besok sebagai keputusan bijak.
Kebijakan itu mencerminkan kepedulian pemerintah terhadap keselamatan, kenyamanan, serta kepentingan masyarakat luas.
Tak Dirayakan dengan Kemeriahan Berlebihan
Menurut Buleks sapaan Budi Leksono, perayaan tahun baru tidak harus dirayakan dengan kemeriahan berlebihan.
Tanpa kembang api, artinya akan tercipta aspek keamanan, ketertiban umum, dan efisiensi anggaran.
Tanpa pesta tak mengurangi makna pergantian tahun baru. Tanpa pesta kembang api juga menjadikan situasi tetap kondusif.
Potensi gangguan keamanan, potensi kebakaran, hingga suara bising kembang api bisa dikurangi.
Dialihkan untuk Program yang Bermanfaat
Anggaran yang sebelumnya digunakan untuk kegiatan seremonial seperti pesta kembang api sebaiknya dialihkan pada program yang lebih bermanfaat dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Penggunaan anggaran harus semakin tepat sasaran. Lebih baik dialokasikan untuk pelayanan publik, kegiatan sosial, atau kebutuhan warga yang lebih mendesak,” kata Budi.
Momentum pergantian tahun dapat dimaknai sebagai ajang refleksi dan penguatan nilai kebersamaan, tanpa harus mengurangi semangat kebahagiaan warga Surabaya. Kesederhanaan bukan berarti menghilangkan makna.
"Justru dengan perayaan yang lebih tertib dan bermakna, Surabaya bisa menjadi contoh kota yang dewasa dalam merayakan pergantian tahun,” kata Buleks.
BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS
| Sudah 10 Kloter Haji Tiba di Debarkasi Surabaya, 3.791 Jemaah Telah Pulang |
|
|---|
| 819 Titik Parkir di Surabaya Dipasangi Foto Jukir, Cegah Pungli dan Premanisme |
|
|---|
| Ibu dan Anak Buronan Kasus Kredit Fiktif Rp4,75 Miliar Dibekuk di Surabaya |
|
|---|
| Nasib Dadan Hindayana Usai Dicopot dari Kepala BGN Kini Disebut Dijemput Kejagung, KSP Kuak Kasusnya |
|
|---|
| DJP Jatim I Limpahkan Tersangka Penggelapan PPN Hasil Tembakau Rp1,8 M ke Kejaksaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/merayakan-pergantian-tahun-dengan-sederhana.jpg)